Iklan Rokok

26 Mei 2024

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Ketua PWI Bojonegoro Angkat Bicara Adanya Oknum yang Mengaku Pemimpin Redaksi Minta THR Kades

METRO SOERYA-Bojonegoro //Beredar pesan berantai di WhatsApp dari salah seorang oknum yang mengatasnamakan Pemimpin Redaksi suatu media Siber yang meminta THR (Tunjangan Hari Raya) kepada para kepala Desa dan pejabat di Kabupaten Bojonegoro membuat M.Yazid Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro juga turut angkat bicara.

Mantan aktivis IPNU Bojonegoro itu menyayangkan oknum wartawan maupun media yang meminta THR kepada para Kades dan Pejabat diBojonegoro.

“PWI Bojonegoro menyayangkan oknum wartawan maupun media yang meminta THR kepada kepala desa maupun para pejabat,”ungkapnya kepada Media. Sabtu (6/4/2024).

Pihaknya juga menegaskan jika ada siapapun dimintai uang atau barang agar segera melaporkan kepada pihak berwajib atau kepolisian karena jelas itu adalah indikasi dari pemerasan.

“Jika ada siapapun yang diminta uang atau barang oleh oknum wartawan dengan indikasi pemerasan, silahkan melaporkan kepada pihak yang berwajib,”tegasnya.

Dalam keterangannya Yazid juga mengingatkan untuk para wartawan agar selalu menjunjung tinggi Marwah dan profesi wartawan dengan terus menjunjung tinggi kode etik Jurnalistik dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan yang kompeten maupun mereka yang menjunjung tinggi profesinya akan berpedoman pada UU pers, kode etik wartawan dan juga peraturan pemberitaan ramah anak maupun aturan yang lainnya seperti halnya dari dewan pers,”terangnya.

Selain itu masih kata Yazid, perilaku meminta THR secara jelas mencoreng Marwah Pers dan tidak mencerminkan wartawan kompeten.

“Apalagi ada wartawan yang meminta THR tersebut tidak mencerminkan wartawan yang sesuai dengan warwah tugas, fungsi dan peran pers,”sambungnya.

Yazid juga menambahkan dan mengingatkan agar profesi wartawan tidak disalahgunakan seperti yang juga tertuang dalam pasal 6 kode etik jurnalistik.

“Kita ketahui bersama sesuai kode etik jurnalistik dalam Pasal 6 misalnya, wartawan Indonesia tidak menyalagunakan profesi dan tidak menerima suap.
Namun ada oknum wartawan dengan terang2an meminta THR kepada kepala desa maupun pejabat,”katanya.

Dalam keterangan akhirnya pihaknya selaku Ketua PWI Bojonegoro juga berharap agar semua wartawan dan masyarakat serta stekholder untuk bersama mengantisipasi keberadaan wartawan nakal guna agar Marwah wartawan bisa terus dan selalu terjaga.

“Diharapkan semua wartawan, masyarakat maupun stekholder terkait harus mengantisipasi oknum wartawan nakal yang dapat merusak citra dan Marwah wartawan nasional. Masyarakat harus cerdas dan bijak memilah wartawan maupun pencari berita yang sesuai dengan UU pers, kode etik dan aturan tentang pemberitaan lainnya,”pungkasnya.

KA.Biro: Bojonegoro
(Yudianto)

Loading

error: Content is protected !!