Cegah Stunting, Puskesmas Kwanyar Bangkalan Kenalkan Program POSTING: Suami Diajak Pijat Oksitosin untuk Lancarkan ASI

0
IMG-20260427-WA0038

Bangkalan//Metrosoeryanews.net–  Puskesmas Kwanyar terus berinovasi mencegah stunting lewat Program POSTING, Pijat Oksitosin Mengatasi Stunting. Program ini mendorong keterlibatan suami dalam mendukung ibu menyusui agar ASI lancar dan bayi terhindar dari risiko gagal tumbuh.

“Kepala Puskesmas Kwanyar menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak konsepsi hingga usia 2 tahun.

Kunci keberhasilan 1000 HPK dalam mencegah stunting terletak pada intervensi yang dilakukan pada masa prenatal, kelahiran, dan post natal. Salah satu keberhasilan intervensi post natal adalah dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai usia 2 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya angka kegagalan pemberian ASI eksklusif salah satunya disebabkan pengeluaran ASI yang tidak lancar.

“Salah satu langkah untuk memperlancar produksi ASI adalah dengan melakukan pijat oksitosin,” kata Rudi Hartono.S.Kep.Ns

Ia menambahkan, manfaat pijat oksitosin pada ibu menyusui ialah memberikan rasa nyaman sehingga membuat ibu lebih rileks. Saat ibu rileks, hormon oksitosin terpicu dan ASI akan lebih lancar serta produksinya meningkat. Dengan produksi ASI yang baik, kecukupan gizi pada bayi dan balita dapat terpenuhi sehingga mengurangi risiko terjadinya stunting.

“Banyak ibu melahirkan yang gagal memberikan ASI eksklusif karena tidak lancarnya mengeluarkan ASI. Pijat oksitosin sebaiknya dilakukan sesaat setelah melahirkan agar proses pengeluaran dan produksi ASI lebih banyak,” jelasnya.

“Melalui program POSTING, Puskesmas Kwanyar berharap para suami ikut berperan aktif.

Alangkah baiknya pijat oksitosin ini dilakukan oleh suami sebagai bentuk dukungan dan kasih sayang kepada ibu. POSTING, Pijat Oksitosin Mengatasi Stunting,” pungkas Rudi Hartono.S.Kep.Ns.

Program ini juga dibarengi edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang pentingnya 1000 HPK, ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin di Posyandu.@Muttakin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *