BMKG Surabaya Rilis Peringatan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem, Berlaku 21–30 Januari 2026

Surabaya l metrosoeryanews.net, — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya secara resmi mengeluarkan press release kewaspadaan cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung selama periode 21 hingga 30 Januari 2026. Rilis ini disampaikan menyusul hasil analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan potensi peningkatan intensitas hujan, kelembapan udara tinggi, serta suhu udara relatif panas di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Berdasarkan data prakiraan cuaca 15 hari ke depan per 21 Januari 2026 pukul 23.42 WIB, BMKG mencatat suhu udara maksimum harian berada pada rentang 29 hingga 32 derajat Celsius, sementara suhu minimum berkisar 23 hingga 24 derajat Celsius. Kondisi tersebut menandakan cuaca panas dan lembap yang masih mendominasi, sekaligus menjadi faktor pendukung terbentuknya awan-awan hujan, khususnya pada siang hingga malam hari.
Pada malam hari, BMKG memprakirakan suhu berada di kisaran 24 derajat Celsius dengan kondisi sebagian besar berawan. Peluang hujan tercatat sekitar 24 persen, disertai hembusan angin dari arah Barat dengan kecepatan 15 hingga 25 kilometer per jam. Tingkat kelembapan udara sangat tinggi, mencapai 95 persen, sedangkan indeks UV berada di level 0 dari 11, menandakan tidak adanya paparan sinar ultraviolet pada malam hari.
Secara rinci, prakiraan suhu maksimum harian menunjukkan fluktuasi ringan. Pada 21 Januari, suhu diprakirakan mencapai 31 derajat Celsius, kemudian menurun menjadi 29 derajat Celsius pada 22 dan 23 Januari. Memasuki 24 Januari, suhu kembali naik ke angka 31 derajat Celsius, bahkan diperkirakan mencapai titik tertinggi 32 derajat Celsius pada 25 Januari 2026. Selanjutnya, mulai 26 hingga 30 Januari, suhu relatif stabil di kisaran 31 derajat Celsius.
Sementara itu, suhu minimum cenderung konsisten di angka 23–24 derajat Celsius sepanjang periode tersebut. BMKG juga mencatat tingkat kelembapan udara harian cukup tinggi, bahkan mencapai 96 persen pada Jumat, 23 Januari 2026. Kondisi kelembapan yang tinggi ini meningkatkan potensi terbentuknya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir.
BMKG menegaskan, meski tidak terjadi hujan secara merata setiap hari, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai, terutama pada sore hingga malam hari. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi antara lain genangan air, banjir di wilayah rawan, pohon tumbang, gangguan lalu lintas, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
“Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini cuaca ekstrem,” demikian disampaikan BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG Surabaya juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, nelayan, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan, agar lebih berhati-hati dan selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan turut bersiaga guna meminimalisir risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem ini.
BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan memperbarui informasi secara berkala sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode cuaca ekstrem di akhir Januari 2026.
Pewarta : Mus/TP
![]()
