KALAPAS BANYUWANGI MEMPERTANYAKAN “TANAH HIBAH KEDAYUNAN “
Banyuwangi, metrosoerya
Kalapas Banyuwangi, Herry Akbar Hidayat mengatakan LAPAS kelas II B Banyuwangi saat ini berpenghuni 1025 orang dari beragam kasus, yang seluruhnya terdiri dari tahanan, titipan dan warga binaan . Menurut dia, saat ini Lapas Banyuwangi mengalami over kapasitas , untuk itu Kalapas berharap tanah yang sudah di hibahkan saat Bupati Ratna pegang kendali Banyuwangi itu yaitu di wilayah Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi itu secepat nya bisa clear. Arti nya Bupati Anas di minta segera menyetujui pasal nya hingga kini tanah itu mangkrak akibat Bupati Anas belum memberi tanggapan terhadap tanah hibah tersebut . “ tanah itu nanti nya akan kita bangun yang peruntukkan nya sebagai Lapas II Banyuwangi “ tandas pria yang akrab di panggil Akbar itu kepada Metrosoerya Kamis (27/9) . Namun Bupati Anas rupa nya masih sulit di ajak komunikasi imbuh nya. Bahkan saat Metrosoerya menyambangi Kalapas, Sekda Banyuwangi Djajat Sudrajat terlihat menelpon Kalapas. Melalui sambungan telpon, Sekda Banyuwangi, Djajat Sudrajat mengatakan siap menyampaikan ke Bupati Banyuwangi terkait permohonan Kalapas untuk memanfaatkan tanah yang berada di lokasi Kedayunan itu. Dan Sekda Djajat menegaskan bahwa tanah itu sudah siap di peruntukkan kepentingan Lapas . Namun Kalapas menginginkan ada nya penyerahan yang resmi mulai dari hibah lalu pensertifikatan atas nama Lapas Kementrian Hukum dan HAM , sehingga dengan proses Administrasi yang legal tersebut akan mempercepat pembangunan Lapas . Tanah itu di gunakan untuk membangun lapas Baru sedangkan Lapas yang lama akan di alihkan fungsi nya menjadi Rutan ( rumah tahanan ) . Dan sambil menunggu proses pengajuan pembangunan gedung baru ke Kementrian Hukum dan Ham, tanah hibah tersebut sementara akan di gunakan pembinaan meliputi pertanian dan ragam pembinaan yang di miliki Lapas Banyuwangi . Di perkirakan dengan Luas tanah 3,360 Ha itu ungkap Akbar, lapas baru itu nanti nya bisa menampung warga binaan hingga 1000 orang . (Anwar)

