Iklan Rokok

23 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Pangdam V Brawijaya Pimpin Upacara HUT ke-73 TNI di Koarmada II

Surabaya, (Metrosoerya.net) – Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman selaku Komandan Gartap III/Surabaya memimpin jalannya upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-73. Upacara diikuti 3.073 prajurit TNI-Polri dan elemen masyarakat bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Jumat (5/10/2018).

Mayjen TNI Arif Rahman bertindak selaku Inspektur Upacara dengan Komandan Upacara Danyon Raider 500/Brawijaya Letkol Inf Sidik Wiyono. Peringatan HUT yang mengusung tema Profesionalisme TNI untuk Rakyat itu juga dihadiri  Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Dankodiklatal, Gubernur AAL, Pangdivif 2 Kostrad, Kajati, Danlantamal V, serta Danpasmar 2.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanat yang dibacakan Pangdam mengajak hadirin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa warga di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong yang terkena gemba dan tsunami Jumat lalu. Demikian pula beban yang masih diderita korban bencana gempa di Lombok.

“Semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara-saudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala. Semoga pula apa yang telah kita lakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fisik maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut,” jelas Panglima TNI.

“TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu. Kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita. TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap,” ujarnya.

Apa yang dilaksanakan di lokasi bencana, lanjutnya baik pengerahan personel maupun alutsista adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI. Sesuai dengan tema Profesionalisme TNI Untuk Rakyat. Sebagai alat negara, tugas TNI tidak lepas dari berbagai tantangan saat ini maupun di masa depan yang semakin kompleks. “Perkembangan politik, ekonomi dan teknologi global, telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru. Ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, membawa perang tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teritorial,” ungkapnya.

“Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi. Seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini, dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara. Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-letal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara.

Konsep-konsep ini mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu, karena perang-¬perang tersebut terjadi di masa damai,” ulasnya.

Selain menghadapi komplek-sitas tantangan ke depan, Indonesia juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi  akhir – akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, diperintahkannya untuk membantu pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Pada tahun 2018, TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat – Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan