Iklan Rokok

23 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Ir. Mindo Sianipar Anggita DPR RI Fraksi PDIP, Sinergikan Program Kesejakteraan Masyarakat Nganjuk

Nganjuk-Metrosoerya.net, Mewujudkan kemakmuran masyarakat di Daerah Pilihan Dapil VIII Jatim, yakni Madiun Kab/Kota, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang dan Kab/Kota Mojokerto adalah tugas semua wakil rakyat yang berangkat dari dapil VIII, tak terkecuali Ir. Mindo Sianipar.

Dengan mensinergikan program – program, di kabupaten Nganjuk Ir Mindo Sianipar bertemu dengan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani, Himpunan Petani Pemakai Air HIPPA yang difasilitasi oleh Sugiarto kepala desa Ngrengket kecamatan Sukomoro.

Salah satunya dengan mensinergikan penyaluran pupuk bersubsidi kepada Gabungan Kelopok Tani Gapoktan hal itu dikatakan Ir. Mindo Sianipar Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan hal ini  dihadapan 3 kelompok tani dan Gapoktan Ngrengket kecamatan Sukomoro pada Sabtu (06/10/2018).

Pertemuan kelompok tani tersebut menjadi pertemuan istimewa karena dalam pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari Bulog dan ketua asosiasi distributor pupuk kabupaten Nganjuk, Hadi Siswanto, SE, Sugiarto kepala desa, Baninsa Ngrengket pengurus kelompok Tani Subur beserta anggotanya, pengurus kelompok Tani Budilaksana beserta anggotanya dan Poktan Tani Mulyo serta ibu-ibu peserta KRPL desa Ngrengket.

Sejauh mana penyaluran pupuk bersubsidi ini bisa masuk ke Gapoktan, tergantung pada masing-masing Gapoktan, Legalitas badan sudah sampai ke Menkum Ham, struktur kepengurusan ada, mengenai dana, Gapoktan bisa bersinergi dengan BUM Des Al Barokah desa Ngrengket atau bisa juga dengan menggunakan PUAP Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ungkap bang Mindo yang Disambut antusias dengan mereka.

Ketika itu Yasin selaku ketua Gapoktan yang juga hadir menyela, menyampaikan bahwa Gapoktan Ngrengket yang telah mendapatkan PUAP tahun 2012 lalu kini telah berkembang hampir menjadi 200 persen, hal itu disebabkan anggota Poktan di Ngrengket disiplin dalam hal penggunaan dana PUAP ini, kesadaran petani Ngrengket untuk bisa diajak maju telah menunjukan tanda-tanda baik, “Mereka disiplin sekali pak mindo”. Kata Yasin kepada bang Mindo yang sedang memberikan pengarahan di depan mereka.

Pada kesempatan itu Mindo menyapaikan kemandirian petani dalam rangka kedaulatan pangan harus terus didorong, salah satunya dengan KRPL Kawasan Rumah Pangan Lestari, jika KRPL ini benar-benar dilaksanakan maka kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik hanya dari lingkungan sekitar rumah saja, tidak perlu mengeluarkan biaya, sehingga biaya bisa ditabung.

Selain menyinggung KRPL anggota DPR RI dari Frasik PDI Perjuangan ini juga mengenalkan perwakilan dari bulog kepada Poktan dan Gapoktan serta masyarakat desa ngrengket, agar selanjutnya bisa bersinergi dalam program RPK Rumah Pangan Kita, RPK ini masyarakat menjadi agen penyalur kebutuhan pokok dari bulog seprti halnya gula pasir, telor, minyak goreng, beras medium dan lainnya tentang skema akan dilanjut dengan pertemuan pertemuan berikutnya.

Sebelum mengakiri pidatonya Mindo berpesan kepada kepala desa Ngrengket hati-hati dalam menjalankan keuangan desa yang banyak digelontorkan oleh pemerintah pusat, karena kesalahan administrasi bisa diindikasikan korupsi, sembari tersenyum Mindo mengatakan hal itu.

Kita ketahui program KRPL adalah program pemanfatan lahan pekarangan dilingkungan rumah tangga dengan tanaman kebutuhan sehari-hari, baik dengan media polibax maupun tanah pekarangan, sehingga dapat mengurangi beban sehari-hari dan dapat meningkatkan pola gotong royong baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam sambutanya Sugiarto selaku kepala desa ngrengket menyampaikan terima kasih kepada Ir Mindo Sianipar atas bantuannya UPPO Unit Pengolahan Pupuk Organik berupa sarana prasarana untuk produksi pupuk organik dari limbah peternakan, atau yang biasa disebut rumah kompos, selain itu poktan juga menerima alsintan berupa rotari,  selanjutnya Sugiarto mengatakan bahwa, pihaknya sangat membutuhkan bantuan berupa sumur dalam untuk peningkatan produktifitas pertanian di desa Ngrengket terutama saat-saat musim kemarau seperti sekaranga ini, karena petani bawang merah di Ngrengket ini hidupnya hanya bergantung pada pengairan disungai Widas


Sementara itu disaat yang sama Hadi Siswanto SE selaku ketua Asosiasi distributor pupuk mengatakan, dengan adanya poktan maupun Gapoktan yang akan bergabung sebagai penyalur pupuk bersubsidi tentunya akan menjadi hal yang baru, dan akan adanya penyesuaian-penyesuaian baik secara kelembagaan maupun administrasi, secara administrasi Gapoktan harus tertata, secara financial mereka harus memncukupi kebutuhan sebagai penyalur, dan tidak cukup itu saja, kredibilitasnya juga harus baik.

Secara data memang Poktan dan Gapoktan lebih valid karena berdasarkan RDKK Rencana Difinitif Kerja Kelompok, sehingga berapa banyak pupuk yang harus ditebus, kita sudah ketahui melalui RDKK masing-masing kelompok, yang pada perkembangannya saat ini, produsen telah melakukan sosialisasi program E-RDKK Elektronik RDKK, hal ini sudah disosialisasikan 3 bulan yang lalu dari Produsen kepada Distributor, dan distributor kepada penyalur, namun demikian kata Hadi Siswanto SE, masih banyaknya kendala dilapangan, pertama karena tidak ada jaringan, kedua meskipun ada jaringan tetapi mereka masih lemah di ITE, ungkapnya

Sementara itu ditahun ini pula, ada perubahan sistem yang siknifikan, yaitu para produsen itu hanya produksi saja karena mereka telah terintegrasi dengan holding PI pupuk indonesia, sehingga urusan penyaluran pupuk dan jumlah berapa itu semuanya urusannya dengan PI, dan PI inilah yang menelurkan E- RDKK namun memang dalam pelaksanaannya masih terkendala, ungkap Siswanto ini, “E-RDKK ini nantinya juga akan sinergi dengan kartu tani yang dimiliki oleh pengurus maupun anggota Poktan,” (*Ratna Lopez) 

mungkin anda melewatkan