Hari Jadi Jatim Ke-73, DPRD Berharap Pemprov Terus Lakukan Perbaikan Ekonomi dan Pendidikan
Surabaya, (Metrosoerya. net) – Momentum Hari Jadi Provinsi Jatim ke 73 tahun, Pemprov diharapkan terus melakukan banyak perbaikan. Baik secara kuantitas maupun kualitas, atas berbagai capaian dalam segi ekonomi, pendidikan, kesehatan serta sosial budaya.
Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar saat paripurna istimewa peringatan HUT Pemprov Jatim ke 73 di DPRD Jatim, Jumat (12/10) sore mengatakan, perbaikan ini tetap berpijak pada aspek-aspek lokalitas atau kearifan lokal, dalam kiprahnya ditingkat nasional, regional maupun internasional. “Khususnya dalam segala aktivitas pembangunannya di Jawa Timur agar pembangunan yang kita lakukan, menjadi bagian dari ikhtiar memanusiakan rakyat Jawa Timur, bukan meminggirkan rakyat Jawa Timur,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga harus menperbaiki yaitu mengurangi pengangguran, menekan kemiskinan, memperkecil ketimpangan, Angka Harapan Hidup (AHH), Lama Sekolah, serta Harapan Sekolah, serta menjaga kondusifitas Jawa Timur yang sangat beragam.
Halim juga menyampaikan, perekonomian di Jawa Timur terus tumbuh dan bergerak naik secara positif. Dimana Triwulan II tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 5,57 persen dibandingkan pada tahun 2017 sebesar 5,05 persen. “Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,27 persen,” ungkapnya.
Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan menurunnya tingkat kemiskinan di Jawa Timur. Mulai dari 12,05 persen pada Maret 2016 menjadi 10,98 persen pada Maret 2018. Sebanyak lebih dari 350 ribu penduduk Jawa Timur terbebas dari kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur juga mengalami penurunan dari 4,10 persen pada Februari 2017 menjadi 3,85 persen pada Februari 2018. “Kami harap prestasi ini tetap dipertahankan kedepannya oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih,” ujarnya.
Maka itu pihaknya juga meminta, dan berlomba mengencangkan ikhtiar kemaslahatan, mari bergerak bersama, hijrah dari budaya lama yang kurang baik, menuju budaya baru yang progresif, inovatif dan adaptif, dari paradigma lama, yang masih menempatkan pemerintah sebagai penguasa, menjadikan pemerintahan sebagai pelayan rakyat.
“Kehadiran kita ditengah-tengah rakyat, adalah untuk melayani Rakyat, kita hadir untuk mempermudah, bukan mempersulit rakyat. Rakyat-lah tujuan pemerintahan ini, “harapnya. (Rtyn Prima)

