Bupati Yes Tinjau Langsung Pelaksanaan MPLS Sejumlah Sekolah di Lamongan

Lamongan//Metrosoeryanews.net.- Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung aman tanpa bullying.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek bersama Bunda PAUD Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi meninjau langsung pelaksanaan MPLS di PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi Tikung, dan SMPN 1 Tikung, Senin (13/7).
Dalam kunjungannya, Bupati Yes mengatakan bahwa kegiatan MPLS ini bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tapi menjadi sarana penumbuhan karakter, pengembangan budaya sekolah aman, nyaman dan menyenangkan sesuai Permendikdasmen.
Pelaksanaan MPLS di Lamongan yang digabung dengan gerakan ayah mengantar anak sekolah (GAMAS) disambut baik orang tua.
Sebab dalam berbagai survei ditemukan fenomena fatherless, dimana peran ayah dalam mendampingi pendidikan anak sangat minim hanya 24,9 persen.
Kehadiran sosok ayah ini penting sebagai pengayom agar anak merasa aman dan nyaman. Sehingga ayah terlibat langsung dalam pendidikan anaknya.
Bupati Yes berterima kasih, harapannya ikhtiar ini memberi manfaat dan menjadi investasi untuk masa mendatang.
‘’Alhamdulillah, di tengah kesibukannya, ayah bisa mendampingi anak-anak untuk menyusun masa depannya melalui sekolah,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes menuturkan, di Lamongan ada gerakan aksi penguatan transisi PAUD ke SD (Si Dilan) yang menyenangkan. Sehingga MPLS ini merupakan proses adaptasi keseharian dari rumah ke sekolah.
Masa adaptasi ini harus mendapatkan dukungan orang tua dan masyarakat, yakni tidak hanya sekolah.
Selain itu, Bupati Yes mengatakan, perubahan dan perkembangan zaman begitu cepat yang akan mempengaruhi keadaan 20 tahun kedepan.
Kondisinya akan sangat berbeda dari sekarang, yang tidak berubah hanya hubungan orang tua.
‘’Karena itu, MPLS harus dikemas sebaik dan semenarik mungkin agar anak nyaman di sekolah. Momen ini merupakan awal untuk membangun interaksi antara sekolah, orang tua, juga siswa,’’ ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Shodikin menjelaskan, MPLS merupakan gerakan yang dicanangkan Kemendikdasmen dengan tujuan antara keadaan TK dan SD nyambung.
Sehingga keunikan anak diceritakan ke sekolah, supaya perkembangan anak sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Karena pendidikan ini diharapkan spiritualnya berkembang baik, aman, tidak ada bullying, dan psikis juga baik.
‘’Anak-anak itu subjek bukan objek, jadi sekolah harus menyiapkan lingkungan belajar yang bagus untuk menyambut potensi anak kita. Sesuai Keinginan Pak Menteri, menciptakan budaya sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan,” jelasnya.@ Mansyur Ambon

