Ketertiban Lalu Lintas Butuh Peran Semua Pihak, Polsek Semampir Ajak Warga, Ormas, LSM, dan Media Bersinergi Wujudkan Jalan yang Aman dan Tertib

Oplus_131072
Surabaya|metrosoeryanews.net – Mewujudkan ketertiban, kelancaran, dan keselamatan berlalu lintas tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Kesadaran serta kepatuhan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan budaya tertib di jalan raya.
Hal tersebut kembali ditegaskan jajaran Polsek Semampir yang mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan insan pers untuk bersama-sama meningkatkan disiplin berlalu lintas demi kepentingan bersama.
Polsek Semampir menyampaikan bahwa di kawasan Perempatan Pegirian telah tersedia traffic light yang berfungsi mengatur pergerakan arus kendaraan dari berbagai arah. Keberadaan perangkat tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas sehingga arus kendaraan berjalan lancar, tertib, dan aman.
Kepolisian mengingatkan bahwa setiap pengguna jalan memiliki kewajiban untuk menaati rambu-rambu maupun isyarat lampu lalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polsek Semampir setiap hari menempatkan personel di Perempatan Pegirian, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Kehadiran petugas bertujuan membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas, memberikan pelayanan kepada pengguna jalan, sekaligus mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan.
Dalam memperkuat penegakan hukum, Polsek Semampir juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak agar dapat menempatkan mobil Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kawasan tersebut. Kehadiran ETLE Mobile diharapkan mampu mendukung penindakan terhadap setiap pelanggaran lalu lintas secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain penegakan hukum, pendekatan edukatif juga terus dilakukan. Melalui para Bhabinkamtibmas, Polsek Semampir secara rutin melaksanakan kegiatan sambang ke sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, membangun budaya disiplin, serta menanamkan kesadaran bahwa tertib di jalan merupakan tanggung jawab bersama.
Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto, S.H., menegaskan bahwa ketertiban lalu lintas tidak akan terwujud hanya dengan kehadiran petugas di lapangan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat, ormas, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan insan pers untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Ketertiban di jalan adalah kebutuhan bersama, bukan hanya tugas kepolisian,” ujar Kompol Herry Iswanto.
Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, ormas, media, LSM, dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sehingga budaya tertib berlalu lintas semakin mengakar di wilayah Surabaya, khususnya Kecamatan Semampir.
Polsek Semampir menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang terjadi di Perempatan Pegirian bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan dari berbagai elemen, termasuk ormas dan LSM, diharapkan tercipta lalu lintas yang lebih tertib, lancar, aman, dan berkeselamatan bagi semua.
Redaksi

