Iklan Rokok

15 Agustus 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Winda Lorenza Tewas dengan Senjata Dinas Polisi, KPK Akhirnya Buka Suara soal Isu Saksi Korupsi Bea Cukai

JAKARTA – Kematian Winda Lorenza Gowasa di Medan, Sumatera Utara, ramai dikaitkan dengan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan belum dapat memastikan bahwa Winda merupakan saksi yang pernah dipanggil dalam perkara tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik memang pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi berinisial WL pada awal April 2026. Namun, saksi tersebut tidak hadir sehingga identitasnya belum pernah dipastikan secara langsung.

“Sekali lagi kami sampaikan, kami belum bisa memastikan secara persis apakah ini orang yang sama dengan pihak yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara di Bea dan Cukai,” kata Budi.

KPK menjelaskan, pemeriksaan WL berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Bea Cukai untuk mendalami dugaan aliran uang maupun aset. Karena itu, KPK juga belum menyebut WL sebagai “saksi kunci” seperti yang ramai beredar.

Sementara itu, Winda ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di kamar mandi sebuah rumah di kawasan Medan Helvetia pada 2 Agustus 2026. Senjata yang ditemukan di lokasi disebut merupakan senjata dinas milik mantan suaminya yang merupakan anggota Polri.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun, keluarga menolak kesimpulan tersebut dan melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumatera Utara.

Hingga kini, penyebab kematian Winda masih diselidiki, sementara KPK menegaskan belum ada bukti yang memastikan Winda adalah WL dalam perkara Bea Cukai maupun adanya kaitan antara kematiannya dengan kasus korupsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!