Keluarga Zainal Abidin Diduga Bayar Rp30 Juta, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya: Tidak Betul
Surabayal – Zainal Abidin, warga Bulak Banteng, yang sebelumnya ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, kini telah direhabilitasi ke RS Menur Surabaya. Namun, proses tersebut disertai dugaan pembayaran uang sebesar Rp30 juta oleh keluarga, yang diduga diterima penyidik dan salah satu anggota yang menangkap. Kasat Narkoba membantah adanya tebusan, namun menyebut kemungkinan itu biaya rehab.
Zainal Abidin bersama saudaranya, Arif, ditangkap petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pada 13 Agustus 2026 di sebuah tempat kos di Jalan Pengampon, Surabaya. Keduanya ditangkap saat baru pulang dari tempat hiburan malam Station. Petugas menemukan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi di lokasi.
Pada 19 Agustus 2026, Zainal Abidin menjalani TAT ke BNN dan selanjutnya direhabilitasi di RS Menur. Sementara saudaranya, Arif, tetap diproses secara hukum lanjut.
Menurut sumber media ini, keluarga Zainal diduga mengeluarkan uang sebesar Rp30 juta untuk proses rehabilitasi dengan rincian
Rp25 juta diterima penyidik
Rp5 juta diberikan kepada anggota yang menangkap bernama Pak Gatot
“Informasinya, keluarga sudah membayar uang ke penyidik sebesar Rp25 juta dan ke Pak Gatot anggota yang menangkap sebesar Rp5 juta rupiah,” ungkap sumber kepada wartawan.
Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, membenarkan adanya penangkapan tersebut dan konfirmasi bahwa satu orang diproses lanjut dan satu lainnya direhabilitasi. Namun, ia tegas membantah adanya pembayaran tebusan.
“Betul mas, satu proses lanjut dan yang satu rehab. Tebusan 30 juta itu tidak betul sama sekali,” ujar AKBP Dodi Pratama.
Ketika dipertanyakan terkait uang yang diduga masuk ke penyidik dan Pak Gatot, Kasat Narkoba tersebut berkilah:
“Mungkin untuk biaya rehab mas,” jawab singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan berencana melakukan konfirmasi lebih lanjut ke pihak RS Menur terkait besaran dan mekanisme pembayaran biaya rehabilitasi untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

