Iklan Rokok

27 September 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Silaturahmi Triwulan KOSTI Surabaya Zona Utara, Satukan Paguyuban Sepeda Ontel dan Lestarikan Sejarah

Oplus_131072

Surabaya | Metro Soerya News.Net

Paguyuban pecinta sepeda tua yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Surabaya menggelar kegiatan Silaturahmi Ngontel Bareng Triwulan KOSTI Surabaya Wilayah Utara di Taman Pelayanan Publik Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tiga bulan sekali tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar paguyuban sepeda ontel dari berbagai daerah. Pada kesempatan kali ini, paguyuban ontel Sedjoli, Garuda, Kopi dan Ngobras bertindak sebagai tuan rumah. Selain dihadiri peserta dari berbagai wilayah di Surabaya, kegiatan juga diikuti para pecinta sepeda ontel dari Mojokerto dan sejumlah kota lainnya di Jawa Timur.

Ketua KOSTI Surabaya, Nor Rahman yang akrab disapa Paijo, mengatakan bahwa kegiatan triwulan tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat persaudaraan di antara para penghobi sepeda tua di Kota Surabaya yang memiliki wilayah cukup luas.

“Ajang ini untuk mempererat silaturahmi. Surabaya itu luas sehingga kami membentuk zona-zona kegiatan. Pertama kami laksanakan di Surabaya Barat dan sekarang di Surabaya Utara. Ini cara kami menjaga kebersamaan antaranggota. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan hingga tingkat kecamatan,” ujar Paijo.

Ia menjelaskan, KOSTI Surabaya memiliki program pelestarian sepeda juang, sepeda tua dan sepeda yang memiliki nilai cagar budaya. Menurutnya, generasi muda perlu diperkenalkan dengan sejarah yang melekat pada sepeda-sepeda tersebut agar kegiatan bersepeda tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga sarana edukasi sejarah.

“Untuk kegiatan kali ini kami juga berkunjung ke Gudang Peluru karena tempat tersebut menyimpan banyak sejarah. Kami menghadirkan narasumber dari Gandring untuk menjelaskan sejarah yang sebenarnya sehingga ada korelasi antara merawat sepeda juang dengan mengunjungi gedung-gedung tua yang memiliki nilai sejarah,” ungkapnya.

Paijo berharap generasi muda dapat ikut melestarikan budaya sepeda ontel sekaligus memahami nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya. Ia mencontohkan sepeda yang pernah digunakan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu.

“Kami ingin memperkenalkan kepada generasi muda bahwa sepeda juang memiliki sejarah yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah sepeda yang digunakan Bung Karno saat diasingkan di Bengkulu. Dari hasil identifikasi terdapat tiga merek sepeda yang memiliki keterkaitan sejarah, yakni Gazelle, Fongers dan Batavus,” jelasnya.

Ketua KOSTI DPD Jawa Timur, H. Achmad Anshori, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Silaturahmi Ngontel Bareng Triwulan KOSTI Surabaya Wilayah Utara. Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menunjukkan kekompakan yang luar biasa dari seluruh paguyuban sepeda ontel yang hadir.

“Kegiatan yang digelar KOSTI Surabaya Wilayah Utara ini luar biasa dan mantap. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh paguyuban menjadi modal penting untuk terus melestarikan sepeda ontel sebagai bagian dari sejarah dan budaya bangsa,” ujar H. Achmad Anshori.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sedjoli, Mulyo Widodo, S.H., selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas kekompakan seluruh paguyuban yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi sepeda ontel di tengah perkembangan zaman.

Dalam kegiatan itu, mengusung tema “Satu Sepeda Sejuta Saudara” sebagai simbol eratnya persaudaraan yang terjalin melalui kecintaan terhadap sepeda ontel.

“Sepeda ontel mungkin menjadi kendaraan yang berada pada urutan paling bawah dalam perkembangan transportasi modern saat ini, namun memiliki sejarah yang sangat berarti dan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Mulyo.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan edukasi sejarah, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada para peserta. Hadiah utama berupa satu unit sepeda ontel kuno menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang hadir.

Suasana semakin semarak dengan penampilan hiburan musik dari OM Kalimaya pimpinan Abah Totok yang datang dari kawasan Wonosari, Surabaya. Alunan musik yang disajikan berhasil menghibur peserta dan menambah keakraban dalam kegiatan tersebut.

Seluruh rangkaian acara Silaturahmi Ngontel Bareng Triwulan KOSTI Surabaya Wilayah Utara berlangsung penuh kegembiraan, kebersamaan dan semangat pelestarian sejarah. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh agenda kegiatan mulai dari silaturahmi, edukasi sejarah, hiburan hingga pembagian doorprize. Acara pun berakhir dengan aman, lancar dan sukses, sekaligus semakin memperkuat semboyan yang diusung para pecinta sepeda ontel, yakni “Satu Sepeda Sejuta Saudara.” (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!