DOSEN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA LATIH IBU – IBU OLAH ABON IKAN LELE UNTUK CRLEGAH STATINTING DAN TINGKATKAN GIZI BALITA

Surabaya|metrosoeryanews.net – Sabtu, 24 oktober 2026, Tim Pengabdian Masyarakat (Penmas)dari Program Studi Teknologi IndustriPertanian Fakultaa Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan abon ikan lele di Desa Cepokolimo pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Agenda ini digelar secara khusus sebagai upaya nyata dalam peningkatan gizi balita sekaligus pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Kegiatan yang diketuai oleh Diana Puspitasari, S.TP, MT dan beranggotakan Ir Tri Rahayuningsih, MA dan Marina Revitriani, S.TP, MP ini bertujuan untuk membekali ibu – ibu kader PKK desa cepokolimo dengan keterampilan mengolah potensi perikanan lokal menjadi makanan pendamping yang disukai anak-anak.
Ibu Diana Puspitasari, S.TP, MT menjelaskan bahwa program ini diinisiasi karena melihat ikan lele memiliki kandungan protein dan omega-3 yang sangat tinggi, namun seringkalkurang disukai balita jika hanya digoreng biasa. “Kami menghadirkan inovasi pengolahan menjadi abon agar teksturnya lembut, rasanya lezat, dan memiliki daya simpan lebih lama.
Dengan begitu, pemenuhan gizi harianbalita dapat terpenuhi dengan cara yang praktis dan ekonomis,” ujarnya,.
Rangkaian kegiatan penmas ini yang bertempat di balai desa Cepokolimo ini meliputi beberapa agenda utama, antara lain:
Penyampaian materi dan Praktik Pengolahan Abon Lele. Pelatihan menjelaskan langkah demi langkah mengolah ikan lele segar menjadi abon yang higienis, kering sempurna, dan tanpa bahan pengawet. Pendampingan cara mengemas abon agar tetap renyah dan higienis untuk konsumsi rumah tangga harian.
Para peserta menyambut agenda ini dengan sangat antusias. Bu Yeti selaku perwakilan ibu kader PKK mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian dari civitas akademika UWKS. Menurutnya, pelatihan ini memberikan solusi segar bagi para ibu yang sering menghadapi anak susah makan (picky eater).
Kegiatan ditutup dengan sesi testimoni, pembagian sampel abon lele hasil praktik, dan foto bersama. (Sahara)

