Momentum Teladani Kisah Hidup Rasulullah, Ponpes Al-Mu’ayyad peringati Maulid Nabi.
Banyuwangi-Metrosoerya.net, Peringatan Maulid Nabi dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengingat kembali kisah perjuangan Rasulullah.
“Sebagai umat islam kita semua dapat meneladani kepribadian Rasulullah dari kisah itu,”ujar Ustad Mu’afi.
“Di bulan istimewa ini Ponpes Al-Mu’ayyad yang bertempat di dusun Gayam Kidul desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menggelar peringatan maulid Nabi dengan pembicara KH. Abdul Majid dari Gedangan Sidoarjo dan KH. Sunandi Zubaidi dari Badean Banyuwangi,” kata Ustadz Mu’afi Ali Wafa. Sabtu (08/12)
Menurut pengasuh ponpes Al-Muayyad yang akrab di panggil ustadz mu’afi, salah satu amalan yang paling istimewa dalam memperingati Maulid Nabi adalah berkaitan dengan ilmu.
“Selain sholawat, amalan yang istimewa adalah ilmu. Jangan hanya doa saja, tapi ilmunya tidak bertambah,” ucap ustadz mu’afi.
Ustadz Mu’afi menyebut, seluruh kisah Rasulullah bisa dipelajari dan diambil hikmahnya. Misalnya, pada saat Nabi lahir dan tidak ada yang mau menyusuinya di karenakan masuk dalam kategori miskin dan dianggap tidak mampu membayar. Namun, Seorang ibu yang bekerja untuk menyusui bayi Arab yang bernama Hamilatus Sa’diyah, mau menyusui Nabi Muhammad meskipun ASI-nya sudah sulit keluar.
Keikhlasan Halimatus Sa’diyah untuk menyusui Nabi pun berbuah hasil. Keledai kurus yang ditumpanginya menjadi berisi dan ASI-nya pun keluar dengan lancar.
“Dari kisah ini, dapat diambil hikmah bahwa siapa saja yang dekat dengan Nabi akan diberi kemudahan, rezeki ngalir terus,” tutur ustadz mu’afi.
Tidak hanya itu. Dari kisah Nabi Muhammad juga bisa diteladani soal kejujuran, kepemimpinan, dan ketegasan terhadap hal-hal berbau maksiat. (sigit)

