LSM Link Kontrol, Pelototi Silpa 2.1 Triliun APBD Kabupaten Bojonegoro
Bojonegoro, metrosoerya.net – Silpa APBD Kabupaten Bojonegoro 2.1 triliun, hal ini di harapkan bisa menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Bojonegoro dari endapan bunga perbankan. Ketua LSM Link Kontrol bojonegoro menanggapi hal ini menyampaikan,
“Silpa besar tapi punya hutang belanja besar juga yang kabarnya baru bisa dibayarkan setelah APBDP.
Pengelolaan uang pajak dari rakyat yang dikelola oleh Pemerintah harus transparan, Hal itu agar jangan sampai pejabat terlibat korupsi.
Sudah banyak lembaga pengawas, mulai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, hingga peran masyarakat melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) turut melakukan pengawasan. Namun celah praktik Korupsi tetap saja ada,” terangnya saat di konfirmasi awak media metrosoerya.
Menurutnya, Salah satu celah yang patut di waspadai adalah cuci uang APBD di bank secara rapi. Sehingga terjadilah penyelewengan pengeloaan keuangan.
Saking rapinya, uang Negara terkesan tidak ada yang hilang. Tetapi ada celah permainan bunga bank yang diolah dari APBD maupun Silpa di setiap Pemerintah Daerah.
Hariri muhartono ketua LSM link kontrol berharap nantinya pihak – pihak terkait seperti, KPK dan BPK membuat penelitian terkait kemananya anggaran tersebut tersimpan. Juga kenapa terjadi Silpa, jangan sampai ingin mendapatkan tambahan bunga dari sektor PAD sengaja menyilpakan anggaran tersebut.
Apabila di depositokan atau di biarkan di rekening giro harus jelas pula bunga uang tersebut supaya bisa menjadi berkah menambah PAD Kabupaten Bojonegoro.
“Karna memang di perbolehkan di UU perbankan terkait deposito APBD tetapi harus masuk ke PAD Kabupaten Bojonegoro.
Semoga saja tidak ada Del – Del tersendiri dengan pihak perbankan terkait bunga tersebut.
Karna anggaran tersebut mengendapnya sampai setahun baru di gunakan.
Semoga adanya Silpa menjadi berkah untuk PAD Bojonegoro, bukan sebaliknya berkah bagi oknum Pejabat,” imbuhya.(yudi)

