Dinas Pertanian Jatim Sosialisasi Antisipasi Dampak kekeringan ke Daerah
SURABAYA-Metrosoerya.net, Dinas Pertanian Provinsi Jatim lakukan langkah untuk antisipasi lahan kering akibat dampak musim kemarau, Langkah yang akan di lakukan kepala Dinas Pertanian Hadi Sulistyo denga mensosialisasikan kepada dinas Pertanian kab/kota sehingga dapat melakukan langkah antisipatif.
“Sosialisasi tersebut dapat mempersiapkan varietas tanaman tahan kering, biar mengoptimalkan pemanfaatan lahan basah, seperti daerah rawa dan lebat,kata Hadi
Dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Jatim, bisa memastikan fungsi sarana prasarana pertanian dan irigasi berjalan baik.
Fungsi sarana prasarana pertanian dan irigasi yang jadi perhatiannya, baik itu embung maupun bendungan untuk mengairi lahan-lahan pertanian.
“Lalu di kabupaten ada brigade (tempat alat pertanian) termasuk pompa air bisa dipinjam di sana,” Sambungnya.
Pada Musim kemarau sekitar 24.633 Ha, lahan pertanian di jawa timur akan mengalami kekeringan, 983 hektar di antaranya gagal panen atau fuso.
Hadi Sulistyo mengatakan, Dinas Pertanian Jatim telah menetapkan tiga kabupaten yang berstatus sangat rawan kekeringan, yakni Bojonegoro, Lamongan, dan Pacitan. Selain itu ada satu kabupaten berstatus rawan kekeringan, yaitu Kabupaten Tuban. Daerah yang mempunyai luas lahan terdampak kekeringan mencapai 1000 ha. Pungkasnya.
Sementara menurut Agus Sulitiyono Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, penyusutan air sumur tidak merata. Sebab, ada sumur beberapa kepala keluarga (KK) yang bisa dimanfaatkan. Bila pun terpaksa, warga desa masih bisa memanfaatkan sumber air dari sumur yang ada di areal persawahan.
Apabila kondisi cuaca sama seperti sekarang ini, Agus memprediski, air bersih di Desa Ngepung hanya bisa bertahan sampai satu bulan ke depan. Keadaan itu berbeda dengan desa lainnya seperti Desa Pinggir, Sumbersono, dan Prayungan yang sumber airnya masih sangat baik. Dari tahun-tahun sebelumnya, tiga desa tersebut akan mengalami kekeringan saat sudah masuk puncak kemarau.(Gus Dar)

