Iklan Rokok

14 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Menjelang Iedul Adha 2019, Dinas Peternakan Jatim Jamin Sapi Kurban Bebas Antraks

Surabaya-Metrosoerya.net,  Drh.Wemmi Niamawati,MMA memastikandan menjamin, menjelan Hari Raya Idul Adha 2019, sapi-sapi yang ada di wilayahnya terbebas dari penyakit antraks, masyarakat Jawa Timur diingatkannya tidak perlu khawatir, sapi yang dibelinya bebas penyakit antraks. Wemi telah menerjunkan yang secara berkala memeriksa kesehatan hewan-hewan yang ada di Jatim.

“Sekarang gak ada penyakit antraks di Jatim.  dan dijamin aman. Kita menerjunkan petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan di pasar ternak. Kita ambil darahnya, dan lain sebagainya untuk dilakukan penelitian. Itu rutin setiap bulan,” kata Wemmi di Surabaya

Wemi mengungkapkan, sepihaknya memiliki sekitar 970 orang tenaga medis yang melakukan pemeriksaan dan melakukan pengendalian, jika ada temuan penyakit hewan ternak termasuk antraks.  temuan tersebut  langsung dilaporkan ke Sistem informasi Kesehatan Hewan Nasional, sehingga baik Dinas Peternakan Jatim maupun kementerian terkait, akan langsung mengetahuinya.

“Kita ada 970 orang yang di latih melakukan pemeriksaan dan pengendalian kesehatan hewan. Jadi kalau  ditemui penyakit di hewan itu langsung  akan diketahui sampai pusat. Karena  laporannya lewat Sistem informasi Kesehatan Hewan Nasional,” ujar Wemmi.

Wemmi melanjutkan, pihaknya juga menerjunkan petugas ante mortem dan post mortem untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak-ternak yang dijual untuk qurban. Petugas tersebut akan meneliti berbagai aspek terkait kelayakan hewan qurban dimaksud. Sehingga, dipastikan hewan qurban yang dijual benar-benar memenuhi syarat.

“Kita melakukan pemeriksaan kepada ternak qurban yang dijual itu harus benar-benar memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan itu. Harus jantan misalnya, kemudian usianya berapa,” ujar Wemmi.

Tidak hanya itu, Wemmi juga  mengirimkan surat edaran ke kabupaten-kota untuk menggerakkan tim dokter hewan, dalam upaya memeriksa kesehatan hewan qurban. Tujuannya untuk mengetahui pedagang hewan qurban mana saja yang benar-benar memenuhi standar, dan yang mana yang tidak memenuhi standar.

“Jadi nanti semua pedagang hewan qurban itu akan diperiksa oleh petugas itu, kemudian kalau memenuhi syarat pedagangnya akan diberi sertifikat veteriner untuk dipasang di lapak-lapaknya,” kata Wemmi.

Wemmi juga menegaskan, ketersediaan hewan qurban, khususnya sapi yang ada di Jatim akan memenuhi kebutuhan qurban masyarakat. Artinya, tidak perlu mendatangkan dari daerah lainnya.tegasnya.(Gus Dar)

mungkin anda melewatkan