*Dampingi Forum Indonesia Bersatu, Bacawali Lia Istifhama Di Daulat Lakukan Pemotongan Tumpeng Dalam Pembukaan Cafe Kopiyah Jl. Raya Manyar, Surabaya*
Ditanya Kans Maju Pilwali, Lia : Bismillah, Dilakoni
*Surabaya Metro Soerya.Net* – Minggu (25/8) bertempat di Jl. Manyar, Surabaya Lia Istifhama Bacawali Kota Surabaya memenuhi undangan Forum Indonesia Bersatu (FIB). Acara yang dimulai pukul 10.30 WIB itu bersamaan dengan diresmikannya Cafe Kopiyah yang dihadiri kurang lebih 100 orang undangan itu terdiri dari berbagai relawan yang nantinya siap bekerja dan siap memenangkan Lia Istifhama sebagai Walikota maupun Wakil Walikota Kota Surabaya periode 2020-2025 apabila resmi sebagai kandidat Cawali maupun Cawawali Kota Surabaya.
Menurut Hamedi Ketua Sahabat KIP Surabaya, disela sela acara mengatakan, “Lia Istifhama adalah bacawali yang semakin ramai menjadi perbincangan publik dari berbagai elememen masyarakat, baik itu dari kalangan intelektual, akademisi, milenial, pedagang pasar, maupun buruh.
Hal ini disebabkan karena beliau dalam usianya yang masih relatif mudah ini tahun depan sudah bergelar Doktor. dan juga beliau saat ini aktif di kepengurusan Fatayat NU Jawa Timur, dan yang kebetulan juga beliau sebagai keponakan Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang saat itu Sahabat KIB sebagai salah satu Timsesnya”, tutur Hamedi yang juga sebagai Ketua Pedagang Pasar Sememi Benowo ini.

Sementara dalam sambutannya Lia Istifhama yang akrab dipanggil “Ning Ceria” seorang Dosen yang sempat mengenyam pendidikan sarjana di tiga tempat sekaligus, yaitu IAIN Sunan Ampel (sekarang UINSA), Unair, dan STAI Taruna, menyampaikan,
“Siapa saja yang masuk bursa pilwali yang akan datang semakin menarik untuk diikuti. karena proses Pilwali adalah hal yang lumrah menjadi perbincangan publik disetiap daerah. Untuk itu kita harus bersyukur. Meski di satu sisi pasti memicu pandangan pro kontra dari banyak pihak, tetapi ini adalah sebuah hal yang sangat positif”, Jelasnya.
Lia menambahkan, ” Dengan semakin banyak publik memperbincangkan pilwali membuat banyak orang mendesain apa yang dibutuhkan Surabaya ke depan. Karena dari peristiwa itu banyak rangkaian silaturahmi terjadi, dan ini sangat positif. Jadi, apapun selama dilihat secara baik, legowo, ya insya Allah selalu baik. Dilakoni, dijalani, itu prinsip saya. Saya sendiri merasa semua yang saya lakukan adalah tanggung jawab saya pada keluarga, teman dan sahabat relawan yang selalu mensupport semua proses selama ini. Dilakoni dan ora usah eker-ekeran. Sing penting, bagaimana memberikan harapan yang baik untuk masyarakat Surabaya ke depan”, tambah arek asli wonocolo tersebut. (red)

