Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Lia Istifhama Bacawawali PDIP Kota Surabaya Silaturahmi ke tokoh Nahdliyin
Lia Istifhama bersama Badru Tamam Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PKB dan
relawan militan for Ning Ceria
Surabaya Metro Soerya.net- Pemilihan Walikota Surabaya baru akan digelar 23 September 2020 mendatang. Namun suhu politik di Kota Surabaya sudah mulai menghangat. Apalagi saat DPD PDIP Jawa Timur mencantumkan nama seorang wanita mudah Cerdas, Energik, Religius, Intelektual, Amanah (CERIA) yang nota bene adalah seorang aktivis Lembaga Perlindungan Anak Bina An’Nisa, Pembina Ponpes Raudlatul Banin Wal Banat Surabaya dan juga pengurus fatayat NU Jawa Timur yang mendaftarkan sebagai bakal calon wakil walikota dari PDI Perjuangan. hal ini lah yang membuat Badru Tamam tokoh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) Girilaya Kecamatan Sawahan yang juga seorang anggota DPRD Kota Surabaya terpilih dari Fraksi PKB Periode 2019-2024, Senin (30/09) ikut mengundang Lia Istifhama dan relawan timsesnya di rumah kediamannya. Lia yang saat itu memakai baju casual terlihat sumringah bisa bertemu dengan tokoh PKB tersebut. Setelah sebelumnya bertemu dengan Minun Latif, anggota DPRD dari fraksi PKB dapil 5, nyatanya Lia tidak berhenti untuk memperluas komunikasi poltiiknya.

Dari Kiri – Kanan : Badru Tamam, Lia Istifhama, Faradilla, Gus Dar
Menurut Badru Tamam, “Saya secara pribadi bila ning lia maju dicalonkan oleh relawan maupun partai menjadi cawali maupun cawawali sangat mendukung. Terlebih mbak lia adalah putri dari tokoh senior NU. Jadi sudah sepantasnya ning lia yang namanya mulai moncer dengan latar belakang pendidik (dosen) dan pengurus Fatayat NU Jatim ini bisa memimpin kota surabaya. Oleh sebab itu seyogyanya ning lia juga mendaftar melalui pintu PKB. Syukur-syukur nantinya bila Allah menghendaki bisa berkoalisi dengan PDIP. Jadi klop perpaduan nasionalis-religius (bangjo) seperti yang ada dipimpinan nasional bapak jokowi dan KH. Maruf Amin,” Imbaunya.
Saat ditanya awak media selepas pertemuan tersebut, Lia mengungkapkan, “Saya dan relawan sangat bersyukur bisa sowan, silaturahmi dan diterima dengan baik oleh pak Tamam. PKB memang patut diperhitungkan karena kental dengan basis Nahdliyin. Karena kita ketahui bersama Nahdliyin di Surabaya sangatlah besar basis massanya. Harapan saya dari pertemuan ini adalah memperkuat silaturahmi, seduluran dan bisa sekaligus mendapatkan tausiyah politik”,Jelasnya.
Lia menambahkan, “ Semangat seduluran ini sebenarnya merupakan salah satu poin dalam nawa tirta, pak Badru Tamam selaku tuan rumah pun merespon positif pertemuan tersebut, sebagai bentuk silaturahmi yang baik. Bahkan relawan Lia Istifhama yang hadir bisa leluasa berdiskusi dengan gayeng”, Tambah calon doktor pada tahun 2020 nanti.
Menurut Abdurrahman yang menamakan dirinya Relawan Aliansi Relawan Madura perihal munculnya nama Lia dalam Pilwali Surabaya 2020 mengatakan, “Perlu diketahui, bahwa sebenarnya ning Lia ini bukan karena ambisinya pribadi untuk mencalonkan diri, tetapi beliau dicalonkan oleh para relawan yang menghendaki maju sebagai calon walikota atau calon wakil walikota. Karena yang membuat relawan gigih mencalonkan beliau, karena sosok ning lia selama yang saya tahu saat Pilgub 2018 yang lalu, beliau tak henti hentinya tanpa membedakan antara komunitas relawan yang satu dengan yang lainnya, dengan tulus mau menerima segala masukan maupun melayani relawan dengan setia, ramah setiap kali bertemu relawan”, jelasnya.
Lebih lanjut Abdurrahman menambahkan, ”Bahkan kepeduliannya beliau bukan hanya ditunjukkan ketika Pilgub yang lalu. tapi dalam beberapa kesempatan memang Ning Lia selalu menunjukkan kepeduliannya pada relawan maupun orang lain yang dikenal maupun yang tidak kenal ketika ada dihadapannya. Seperti kemarin, ada istri relawan keguguran namun memiliki kendala biaya. Ning Lia membantu berkomunikasi dengan RSU Haji dan alhamdulillah pasien tersebut ditangani sangat baik oleh rumah sakit yang bersangkutan, dan persoalan biaya sudah teratasi “, tambah Abdurrahman.
Sementara Menurut Sudarmanto yang biasa dipanggil Gus Dar, Koordinator Relawan Surabaya Ceria mengatakan, “ Alhamdulillah di malam menjelang hari kesaktian pancasila ini, Ning Lia dan 19 Ketua Organ Relawan bisa bersilaturahmi dengan seorang tokoh NU yang kebetulan anggota DPRD Fraksi PKB. Karena kita ketahui bersama bahwa PKB memang memiliki basis suara dari Nadliyin yang sangat kuat. Yang kita tahu bersama pasca peristiwa pemberontakan G 30 S PKI, NU lah yang punya andil besar melindungi bangsa indonesia dari rongrongang Komunis yang ingin merubah ideologi pancasila. Maka dari itu saya secara pribadi maupun teman-teman relawan berkeinginan ke depan Kota Surabaya dapat dipimpin perpaduan antara Nasionalis Religius (Bangjo) yang kita tahu ning ceria panggilan akrab lia istifhama, bisa mewakili suara dari Nadliyin, dan juga banyak didukung relawan militan kader abangan PDIP. sehingga kedepan pasangan tersebut dapat membentengi bangkitnya kembali faham komunis maupun kelompok islam fundamentalis yang intoleransi,” pinta pengagum tokoh pluralisme Gus Dur ini. (Red)

