MENGANTRI HINGGA SAMPAI TIDAK DAPAT KEBAGIAN JUGA BLANGKO HABIS
Media Metro Soerya.net. Sampit Kalteng, Kantor Catatan sipil Sampit Kotawaringin Timur pagi sudah dipadati oleh masyarakat berbagai kalangan yang ingin mengurus KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan berbagai surat lainnya.
Sekitar jam 7.00wib Kantor tersebut sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin memiliki indentitas yangmana semua warga harus memiliki kartu tersebut. Namun dalam pengurusan KTP atau surat lainnya seakan petugas Discapil kewalahan banyaknya masyarakat yang datang kekantor kata salah satu pegawai Discapil tersebut kami akan berusaha semaksimalbdengan baik dalam melakukan dan melayani masyarakat yang akan membuat indentitas KTP tersebut.
Hingga sampai ada yang pingsan dalam antrian didepan kantor yang saat ini masih tertutup.
Kata alianto salah satu warga Parenggean saya kata alianto berharap bisa lebih baik dalam pelayanan kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian yang telah membuat salah satu masyarakat ingin ikut antri sampai pingsan karena menunggu yang terlalu lama kata Alianto ke pada Media Metro Soerya yang saat berada di lokasi kejadian atau depan kantor masuk untuk menunggu giliran namanya dipanggil. Kalo bagi kami yang jauh akan sangat memakan ongkos biaya yg besar pulang pergi dari desa Parenggean ke kantor Discapil Sampit kata alianto.
Setelah jam menunjukan pukul 13.30 waktu sekitarnya sudah berlama-lama menunggu antrian ternyata apa yang didapatkan. Bahwa blangkonya saat ini sudah habis dari Tim media Metro Soerya akan coba mendapatkan informasi bahwa kartu atau blangkonya sudah habis kata salah satu pegawai yang berada tepat depan pintu masuk kantor Discapil tersebut
Masyarakat yang sudah lama menunggu antrian tersebut dengan rasa hati setengah ada rasa jengkel karena menuju ke Sampit kata alianto tidak sedikit yang dikeluarkan ongkosnya dari desa Parenggean tersebut.
Kata alianto seharusnya pihak pemerintah jangan hanya berpatokan satu pintu aja dalam pengurusan KTP tersebut. Apa fungsinya tiap Desa atau Kecamatan ada kantor Desa yang bisa digunakan sebagai tempat untuk pembikinan KTP kenapa harus satu pintu apakah ini yang disebut pelayanan publik yang baik, seakan kurang terkoordinirnya pembikinan KTP yang juga bisa dilakukan di tiap-tiap Kecamatan setempat.ada juga yang berasal dari Desa Antang Kalang itu kami bisa menghabiskan biaya 1 jta lebih kata Saleh yang tinggalnya didaerah Trans Antang Kalang sana.kami berharap kiranya bapak Dewan serta Pemerintah terkait cepat ambil tindakan agar masyarakat yang jauh tempat tinggalnya bisa terlayani untuk pengurusan KTP(Kartu Tanda Penduduk).Tim dari Media Metro Soerya Sampit Kalteng ( Iin)Rly-gdrng

