Musim Kemarau, Petani di Balen Nekat Tanam Padi
Bojonegoro.Metrosoerya.net- Meski ancaman kekeringan membayangi pelaksanaan musim tanam gadu di sejumlah daerah di Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pertanian setempat pun sudah mengimbau petani tidak memaksakan diri menanam padi. Namun, para petani tetap nekat.
Seperti halnya petani di wilayah Kecamatan Balen, di beberapa desa diantaranya Desa Bulu, Kenep Mayang Kawis, Bulaklo ,dll tetap bersepikulasi menanam padi.

“Ya, ini kita untung-untungan. Kalau gagal, itu sudah risiko,” ujar salah seorang petani balen,Minggu (30/8).
Muslih petani asal Balen ini mengakui telah mengetahui bahwa areal pertanian di desanya selalu kekeringan setiap musim tanam gadu. Karena itu, tanaman padi sebaiknya diganti dengan tanaman palawija yang membutuhkan air lebih sedikit. Namun, dia tidak terbiasa menanam palawija di sawahnya.
Tak hanya itu, Muslih tetap nekat menanam padi karena tergiur harga gabah yang tinggi. Dia berharap, dapat meraup banyak keuntungan dari hasil panen padi.
Hal senada diungkapkan seorang petani lain, Meski ancaman kekeringan membayangi, namun dia menyatakan tidak mau beralih dari tanaman padi ke palawija. “Dari dulu saya sudah terbiasa menanam padi,” tuturnya
Ia menambahkan, tingginya harga gabah saat ini juga mendorongnya untuk tetap menanam padi. Bahkan, harga gabah hasil panen gadu biasanya lebih mahal dibandingkan musim panen rendeng.
Terpisah, Marjuki PPl kecamatan Balen mengatakan, untuk petani memasuki musim saat ini memang banyak berspekulasi meski Pemerintah sudah menghimbau kepada para petani untuk tidak menanam padi.
“Sudah kita sampaikan himbauan dari Pemerintah agar petani tidak menanam padi saat memasuki musim kemarau seperti ini” Pungkasnya.
YD

