Diduga Mengaku Wartawan Pemilik Caffe Di Balen Resah

images (3)

Reporter : Yudi

METRO SOERYA- Bojonegoro // Belakangan ini Pemilik Cafe yang ada diwilayah balen resah denga ulah pelaku yang mengatasnamakan wartawan Akhir-akhir ini, pemilik Caffe merasa resah karena ada sejumlah orang yang mengaku wartawan di tempatnya. Sehingga pemilik Caffe kebinggungan karena secara terang terangan mereka yang mengaku wartawan tersebut. yang berinisialkan PO,SY, TG, SL. Lebih jelas nama ada pada Redaksi. mereka ini menanyakan  uang minta jatah anehnya lagi orang yang mengaku wartawan itu datang  jika tidak ketemu pemilik Caffe juga nekat memberanikan diri pesan makan dan minum di kasir, setelah makan dan minum pelaku itu tanpa basa basi langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Seperti yang disampaikan pemilik Caffe  Mas Tam, ini kepada Media Metro Soerya. Mereka datang entah dari mana dan meminta Uang bensin kadang saya kasih,Rp 100.000. terkadang juga RP 50.000.
Sekali dua kali tidak masalah saya sadar tapi belakangan ini saya merasa resah dengan ulah mereka,  terkadang  juga sempat Ngamuk-,ngamuk kalau tidak ketemu saya dan juga langsung pesan makan minum di kasir tanpa permisi langsung di tinggalkan begitu saja Otomatis kasir  saya yang  bertangung jawab untuk membayar karna pada waktu itu saya tidak ada di caffe, anehnya lagi waktu saya tidak ada di Caffe istri saya juga sempat di paksa dengan nada yang tidak menyenangkan di suruh untuk menguhungi saya untuk pulang menemui pelaku yang mengaku wartawan tersebut. hampir tiap seminggu sekali datang  3 sampai  4 orang dengan tujuan yang tidak jelas ,”ungkapnya pemilik Cafe pada wartawan (24/06/2022).

Tujuannya entah cari berita atau apa tapi mereka  menanyakan uang bensin, saya merasa  tidak ada masalah harus mengeluarkan uang, harusnya  di imbangi dengan pemberitanya iklan atau apa bisa  saya anggap itu sebagai biaya Advetorial,
Ironisnya patut diduga hanya mencari dan meminta Uang saja tanpa ada karya Jurnalistiknya,”ujarnya.

Perlu dipahami kondisi demikian karena mudahnya masyarakat membuat media online dan kemudian merekrut wartawan yang tidak kompeten terhadap pendidikan Jurnalis, sehingga siapapun mudah jadi wartawan, dan akhirnya ditengarai hanya bertujuan mencari Uang saja.

Bahkan tidak sedikit tulisan wartawan yang tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar apalagi kalimatnya masih ada yang membingungkan, sehingga tulisan oknum oknum wartawan terkesan seperti tulisan di Postingan status medsos tanpa aturan dan etika Jurnalis,(Bersambung)

Yudi Ka.Biro: Bojonegoro

Loading

error: Content is protected !!