Seorang Pemuda Ditemukan Tewas di Jember, Diduga Korban Perampokan
Metrosoerya.net – Jember. Peristiwa dugaan Pembunuhan disertai perampokan gegerkan warga di Jalan Kertanegara Kelurahan Jember Kidul,Kecamatan Kaliwates,Jember, Jumat (15/5/2020).
Korban adalah Yohanes Satriyo Leonardo Gery (36), ditemukan tewas di rumah nomor 32 lingkungan setempat.
Korban ditemukan tewas dengan kondisi telungkup diatas tempat tidur dan mengalami luka robek, akibat hantaman benda tumpul dibagian tempurung belakang kepala.
Diduga korban telah tewas dua hari sebelumnya, karena saat ditemukan kondisi mayat telah membengkak dan mengeluarkan aroma busuk.
“Korban ditemukan pertama kali oleh kerabatnya sendiri yang hendak mengantar makan ke rumah korban. kerabat korban curiga karena korban hilang kontak dan tidak dapat dihubungi beberapa hari terakhir,” ungkap Kasatreskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren sesaat usai melakukan olah TKP ditemui di lokasi kejadian, Jumat (15/5/2020).
Frans menjelaskan saat berada di depan pagar rumah, kerabat korban menemukan pagar rumah tidak terkunci namun namun pintu depan rumah terkunci dari dalam. Kerabat korban yang erasa curiga akhirnya meminta bantuan beberapa warga untuk masuk kedalam rumah melalui pintu samping rumah.
“Saksi kemudiaan masuk kedalam rumah untuk mengecek dan ternyata benar korban ada didalam kamar namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa, saksi selanjutnya melapor kami tindak lanjuti ke TKP, “paparnya.
Dari hasil olah TKP sementara, Polisi menduga kuat korban tewas akibat dibunuh dan menjadi korban perampokan karena satu unit mobil dan sejumlah barang milik korban ditemukan hilang.
“Untuk pelaku dan motifnya masih kita dalami namun dugaan sementara pelaku mengarah kepada orang dekat korban tapiasih kita dalami penyelidikan,nanti kita sampaikan lebih lanjut,” tegasnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam rumah korban.sementara jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Dr Soebandi untuk dilakukan otopsi. Polisi juga memasang police line didepan rumah dan melarang warga masuk kedalam area rumah korban. + Sahrawi)

