Kades 4 Kecamatan di Bangkalan Geruduk Mapolres, Desak Tuntaskan Sindikat Pencuri Sapi

0
IMG-20260421-WA0040

BANGKALAN – Maraknya aksi pencurian hewan sapi di 4 kecamatan Kabupaten Bangkalan membuat sejumlah kepala desa melakukan audiensi ke Mapolres Bangkalan, Senin 20 April 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral pemimpin desa dalam mengawal keamanan wilayah dari ancaman pencurian hewan ternak yang telah berlangsung lama.

Aksi persuasif ini dikomandoi Bahrudin, Kepala Desa Brakas Dajah, yang juga Ketua PKDI Modung dan Wakil Ketua PKDI Bangkalan. Ia didampingi Syaiful Ismail, Kepala Desa Karangentang sekaligus Sekretaris PKDI Bangkalan.

Turut hadir sejumlah perwakilan kepala desa dari Kecamatan Modung, Galis, Tanah Merah, dan Kwanyar.

“Kami ucapkan terima kasih terhadap kinerja Polres Bangkalan yang telah menangkap dua pelaku dan tertangkapnya di Kecamatan Modung,” ujar Bahrudin usai audiensi.

Ia mendukung penuh proses penanganan kasus dan menuntut kasus tersebut diselesaikan secara tuntas sampai ke akarnya.

“Ini adalah sindikat terbesar untuk pencurian hewan di 4 kecamatan. Mereka berkelompok dan ini sudah tidak asing lagi terhadap komplotan itu. Saatnya kami bergerak untuk memberantas komplotan-komplotan itu demi keamanan desa,” katanya.

Para kepala desa berkomitmen membantu polisi bahkan jika penyelidikan mengarah pada warganya sendiri. Mereka siap memberikan informasi dan akses bagi kepolisian untuk melacak hingga ke akar-akarnya.

“Kami berjanji untuk membantu polisi sampai ke akar-akarnya. Kalau memang ada warga desa kami yang terlibat dalam hal itu, kami serahkan hidup atau mati,” tegas Bahrudin.

Menanggapi hal itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan, Ipda Nur Cahyo, menyambut baik dukungan para kepala desa. Menurutnya, informasi dari kades menjadi kunci penting untuk membuka kasus-kasus lama yang belum terungkap.

“Ini menjadi dasar bagi kami untuk mengembangkan penyelidikan secara menyeluruh, karena indikasinya memang komplotan,” jelasnya.

Nur Cahyo menegaskan kepolisian berkomitmen serius menangani kasus pencurian hewan, mengingat ternak sapi memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat desa.

“Hewan ternak ini adalah ‘berlian’ bagi masyarakat dan ‘mahkota’ bagi kepala desa. Kami tidak akan main-main dalam pengungkapannya,” tegasnya.

Dari hasil pengembangan sementara, polisi telah menetapkan dua orang sebagai pelaku pencurian, satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dan satu tersangka lain berperan sebagai pemberi bantuan kejahatan.@Muttakin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *