Iklan Rokok

2 September 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Babinsa 03/Parongil Dampingi Petani Semprot Hama Keong Sawah

(Metrosoerya.net) Lae Parira – Penyemprotan pada tanaman padi merupakan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang bertujuan untuk memberikan asupan unsur hama mikro dan untuk mengendalikan hama ataupun penyakit. Unsur hara mikro diberikan melalui penyemprotan dengan pupuk daun dan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit.

Babinsa Desa Sumbul Sertu S. Pangaribuan mendampingi kelompok tani Gabemas melakukan penyemprotan hama padi di sawah milik Bpk. B. Capah warga Dsn. Bantun Horbo Desa Sumbul Kecamatan Lae Parira, Jumat (2/08/19).

Penyemprotan pada lahan seluas 1 HA ini dilakukan oleh petani dengan dengan penuh semangat meski didampingi oleh panas matahari yang menyengat.

Penyemprotan pada tanaman padi harus dilakukan dengan tepat dan benar agar hasil produksi bisa maksimal. Dosis menyemprot tanaman padi juga harus sesuai dengan arahan dari PPL setempat. Pestisida yang digunakan harus sesuai dosis penyemprotan yang tepat karena memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya tanaman padi

Agar tujuan penyemprotan dapat tercapai, penyemprotan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Pestisida yang digunakan tidak akan bekerja dengan baik jika penyemprotan dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Jika salah dalam melakukan penyemprotan, pestisida tidak akan maksimal membunuh hama atau penyakit tanaman. Jika demikian, penyemprotan akan sia-sia dan harus diulangi sesering mungkin.

Sebaiknya penyemprotan harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Penyemprotan akan sia-sia jika sesaat kemudian tersiram air hujan sebab fungsi dan efektifitas pestisida akan berkurang karena guyuran air hujan.

Para petani hendaknya melakukan penyemprotan sedini mungkin untuk mengantisipasi hama atau penyakit menyerang sejak bibit dipindah ke lahan sawah.

“Gunakanlah dosis sesuai dengan yang dianjurkan oleh PPL, jangan mengurangi atau menambah dosis dari dosis anjuran. Sebab dosis yang kurang bisa berakibat fatal, hama atau penyakit tanaman tidak mati, sedangkan dosis yang berlebihan bisa berbahaya bagi manusia serta mencemari lingkungan” ungkap Danramil 03/Parongil Kapten Inf Immun S. Tarigan di tempat yang berbeda. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan

error: Content is protected !!