Iklan Rokok

22 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Relawan Jokowi : “Ning Ceria Digawe Arek Soeroboyo Tok”

Surabaya-Metrosoerya.net. Jelang Pemilukada serentak 2020, muncul banyak figur yang dijagokan sebagai bursa di dalamnya. Sebut saja Lia Istifhama, yang viral dengan istilah Ning Ceria atau Suroboyo Ceria. Banner maupun sticker mobil ber tagline Suroboyo Ceria disebut paling ramai terlihat di Surabaya.

Dosen sekaligus aktivis NU tersebut cukup sering dibicarakan dalam sosial media. Ibu dua anak yang sempat mencetuskan nawa tirta, ternyata kini dibicarakan sebagai calon bupati Sidoarjo, ada apa?

“Saya tahunya dari grup wa, ada yang kirim desain Sidoarjo ceria dan menampilkan foto saya. Kaget sih, kok ternyata istilah ceria ramai begini? Yah syukurlah, semua patut disyukuri. Itu berarti istilah ceria disukai banyak orang”, terang Lia selepas upacara penurunan bendera di gedung negara Grahadi (17/08).

Ditanya sejarah tentang istilah ceria, keponakan Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa itu murni dibuat oleh relawan pendukung Jokowi.

“Ada beberapa teman yang saya kenal ketika sama-sama menjadi relawan pak Jokowi. Nah, ternyata mereka ini setelah kampanye akbar, kampanye putih, di Jakarta, mempunyai inisiatif membuat slogan Suroboyo Ceria.

Ditempat terpisah Gus Dar ketua koordinator  Surabaya Ceria menyampaikan NING CERIA digawe arek Soeroboyo Tok lain Soeroboyo No !, siap mengawal Ning Ceria sampai pencalonan Walikota Surabaya.Ungkapnya

Mereka bahkan membuat logo yang memiliki beberapa falsafah, seperti ikon kota pahlawan, cinta budaya, dan lima warna yang melambangkan partai di Indonesia. Hijau, Merah, Biru, Kuning, Orange. Istilah ceria juga ada kepanjangan masing-masing”, ujar Lia.

Lebih lanjut, ditanya soal pandangannya memperingati Hari Kemerdekaan, Lia menjelaskan singkat: “Kita sudah merdeka, jadi seharusnya menjaga kemerdekaan dengan menguatkan nasionalisme, yaitu meneladani perjuangan pahlawan dan mensyukuri suasana kemerdekaan kita. Juga memperkuat rasa solidaritas dan hablum minannas dengan semua orang.

Pokoe ga usah gampang gonthok gonthokan istilahnya. Tapi harus menyukai semangat seduluran agar kita tidak mudah eker-ekeran dan guyub rukun selalu”, pungkas Lia yang kemudian dikerubuti relawan untuk berfoto bersama.(Red)

mungkin anda melewatkan