Iklan Rokok

2 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Siapa pun Cawalikotanya dari PDIP, Pokok,e Wakilnya Harus dari Nadliyin Milenia

*Ning Lia: Saya Tidak Sedang Membangun Dinasti*

*Surabaya Metro Soerya.net* – Gonjang ganjing pertarungan pilwali surabaya yg akan dilaksanakan satu tahun lagi tepatnya 23 september 2020 memulai babak baru. Setelah tahap pendaftaran masing masing kandidat dibeberapa partai kini para kandidat mulai gencar untuk unjuk gigi mendekati konstituen. Tak terkecuali hal ini dilakukan oleh Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) Surabaya Lia Istifhama yang sedari awal menyatakan dirinya maju sebagai bacawawali atas desakan relawan simpatisan PDIP dan loyalis Khofifah Indar parawansa. Lia yang sdh melakukan fit and propertest dari partai Banteng moncong putih pimpinan Megawati Soekarni Putri satu ulan yang lalu di kantor DPD PDIP Jl. Kendangsari, sudah beberapa kali kwalahan memenuhi order dari komunitas relawan untuk sekedar menghadiri disetiap kegiatan sikampung kampung yang terkenal dengan kandang banteng maupun basis hijau (Nadliyin). Dan hal tsb dilakukan oleh keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa dengan penuh semangat berbaur kepada masyarakat. Meskipun ada sebagian dari kalangan masyarakat yang nyinyir beranggapan bahwa Ning Lia mendompleng nama besar Khofifah, namun itu ditanggapi oleh Ning Ceria sapaan akrab Lia Istifhama dengan santai. Seperti disampaikan Lia kepada Metro Soerya, rabu (9/10) ” Ya biarkan saja mas mereka bilang seperti itu, kan kita niat awalnya bukan untuk membangun dinasti kekuasaan. Karena semua berproses secara alami dan banyak relawan yang mendorong saya maju. Tapi saya harus menanggapi banyaknya komentar miring mengenai majunya saya sebagai Bacawawali Surabaya. Dan perlu saya tegaskan ya, saya maju tidak berdasar skenario. Saya maju juga tidak sedang berusaha membangun dinasti kekuasaan. Semua berjalan secara alami,” tegas Ning Lia kepada Metro Soerya, Rabu (9/10).

Menurut putri politisi senior PPP KH Maskur Hasjim itu, dirinya tidak bisa menghambat atau menghindari keinginan para relawan atau temannya, yang ingin dirinya maju ikut kontestasi politik dalam Pilwali Kota Surabaya. Karena itulah, akhirnya dirinya mengikuti keinginan para teman dan relawan.

“Banyak teman saya berjalan mensosialisasikan diri saya tanpa ada saya. Saya harus menghormati kegigihan mereka itu. Makanya saya membantah jika saya maju Pilwali Surabaya karena dinasti, biarkan proses ini bejalan secara alami. Tidak berdasar skenario. Semua berjalan apa adanya, jadi dinasti itu apa sih sebenarnya ?. Apa karena orang dekat? Kalau hanya orang dekat, semua orang bisa mengaku dekat. Jadi saya tidak tahu konsep dinasti yang dimaksudkan orang-orang itu seperti apa. Yang saya tahu, konsep dinasti itu yang ada hubungannya kekeluargaan. Tapi dalam masalah Pilwali Surabaya ini, kembali saya tegaskan. Saya tidak sedang membangun dinasti,” tambah pengurus Fatayat NU Jatim ini.

Menurut Yayak Kader PDIP Sambikerep yang didampingi pengurus RT saat ditemui Metro Soerya di kantor pos satpam Candi lontar tengah tentang dicalonkannya Bacawawali Lia Istifhama melalui partai PDIP mengatakan, ” Bagi saya siapapun calon walikotanya dari PDIP maka wakilnya harus dari Nadliyin. Dan yang cocok menurut pandangan saya adakah ning lia, krn kita ketahui selain beliau masih mudah yang mewakili generasi milenia, beliau juga seorang wanita yang paham betul tentang kebutuhan dasar ibu-ibu rumah tangga. Oleh sebab itu saya beserta warga masyarakat sini siap memenangkan ning lia jika nantinya mendapat rekom dari DPP PDIP”, Jelasnya dengan semangat.

Sementara menurut Bram Ketua Pemuda Pancasila kec Gubeng mengatakan, “saya setuju dengan pencalonan ning Iia, dan saya sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kec. Gubeng akan membantu sekuat tenaga mengerahkan kader saya untuk mengawal dan memenangkan Ning Lia” tegasnya.(Red)

mungkin anda melewatkan