Iklan Rokok

2 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Dan Festival Gunungan Warnai Bersih Desa Sawotratap.

Kas s sawotratap Sanuri bersama panitia bersih desa 2019

Sidoarjo – Metro Soerya.net – Ribuan warga Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan Sidoarjo tumpah rua di halaman kantor balai desa, memperebutkan enam gunungan yang terbuat dari hasil bumi warga lokal, Sabtu sore (22/10/2019). Kegiatan ini dalam rangka “Bersih Desa” tahun 2019.

Adapun giat ini bertujuan untuk mempererat antar warga desa tanpa memandang, ras, suku agama dan golongan, sehingga tercipta kekeluargaan, kerukunan, keguyuban dan terjadi persatuan persatuan antar warga guna membangunan desa yang lebih maju dan baik.

Sebelum gunungan diperebutkan, terlebih dahulu dikirab mengelilingi desa yang startnya di depan gapura pintu masuk Desa Tratap dan finish di halaman balai desa. Selain diikuti oleh Kepala Desa “Sanuri” beserta perangkat, kirab ini, juga diikuti ratusan warga yang beragam busananya, juga ditampilkan berbagai atraksi kesenian diantaranya seni bela diri, musik tradisional patrol dan bantengan.

Antusias warga untuk melihat sangat tinggi, terbukti warga berjejer sepanjang jalan yang dilaluinya. Selain itu, rombongan kirab juga menjadi pusat perhatian bagi pengendara lain yang melintas di jalan tersebut.

Setelah kirab usai, Panitia Bersih Desa Sudiro mengungkapkan, bahwa giat ini merupakan alat interaksi warga, sehingga warga tidak terombang-ambing dan tidak mudah terpecah belah.

“Kami kedepanya berharap, kegiatan ini bisa dijadikan ikon desa, dan jangan sampai punah, karena bagaimanapun dan goncangan apapun giat ini harus tetap diadakan dan dilestarikana”, terang Sudiro yang sudah 4 tahun menjadi ketua Bersih Desa.

Di waktu yang sama di kantornya, Kepala Desa Sanuri menjelaskan, dengan giat Bersih Desa terjadi kekompakan, guyub dan kebersamaan masyarakat.

“Dengan budaya masyarakat lebih cepat dan saling memahami. Dan kedepanya, Sawotratap selalu mengutamakan kekompakan, kebersamaan dan kegiatan Bersih Desa festival gunungan setiap tahun kita adakan”, jelas Sanuri yang tahun depan mencalonkan diri untuk yang kedua kalinya.

Puncak dari kegiatan ini adalah pagelaran seni budaya tradisional wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Mahkutoromo” yang dibawakan dalang Ki Sabar Suroso dari Kota Blitar.

Salah seorang warga desa, Sunariati (54th) mengatakan, “Kami, merasa senang dan mengaprisiasi dengan kegiatan ini, karena giat ini untuk menjaga kerukunan ketentraman warga desa”, kata Sunariati yang ikut dalam festival gunungan

Hal serupa juga diutarakan Endang Koesno (60th) “Perias Sekar Wedari”. Ia merasa senang karena kegiatan ini mampu menjalin kebersamaan antar warga desa.

“Bersih desa ini baik untuk menanamkan rasa cinta desa. Warga lebih punya rasa cinta desanya, sekaligus untuk uri-uri budaya jawa, sehingga desa lebih maju, adil makmur gemah rimpah loh jinawi. Gunangan melambangkan warga desa tidak kekurangan sandang pangan rukun guyub sak lawase”, pungkasnya. (yun)

mungkin anda melewatkan