Kondisi Fisik SDN Suren 04 Yang Mengenaskan
Jember,Metro Soerya Net,bagai kerakap tumbuh diatas batu,hidup segan mati tak mau.Barangkali ungkapan inilah yang pas buat menggambarkan keadaan terkini SDN Suren 04 Kecamatan Ledo’ombo Jember,pasalnya ditengah – tengah negeri yang sedang giat mengkampanyekan terwujudnya generasi unggul,tetapi masih ada lembaga pendidikan yang tampil dengan segala keterbatasaannya.
SDN Suren 04 sebenarnya bukan masuk dalam kategori sekolah pinggiran dan bukan masuk kategori SD terpencil,namun faktanya keberadaan siswanya jauh dari batas minimal kuota atau jumlah,bayangkan jika minimal setiap rombel 20 anak ,maka jumlah yang seharusnya siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 adalah 120 siswa dengan jumlah tenaga pengajar 8 0rang,akan tetapi jumlah siswanya hanya 66 anak dengan tenaga pengajar 4 orang,2 PNS dan 2 orang berstatus wiyata bhakti,tentu ini sangat timpang dalam normalisasi optimalisasi pelaksanaan KBM.
Hasil wawancara Metro Soerya Net Senin ( 9/12 ) dengan Kepala Sekolah SDN Suren 04 Drs Agung Pitono SPd yang juga Ketua PGRI Cabang Ledo’ombo di kantornya menuturkan persoalan minimnya jumlah siswa,lebih disebabkan karena adanya lembaga yang berdekatan dengan lembaganya,disebelah selatan dan belakang ada MI dan SDN Suren 01sementara sebelah utara dengan lembaga SD yang sejenis,inilah pokok persoalan minimnya siswa kami,papar Agung Pitono.
Persoalan lain yang sangat urgen adalah jumlah tenaga pengajar yang hanya 4 orang,2 PNS dan 2 Guru Wiyata Bhakti,bagaimana kita bisa maksimal,kalau soal jam masuk dan pulang kita tepat waktu,disamping itu plafon kantor ,ruang kelas 1 dan 3 jebol,kami sudah melaporkan lewat Dapodik setiap bulan tapi hasilnya hingga saat ini nihil,sebenarnya alangkah baiknya kalau SDN Suren 04 diregruping dengan SDN terdekat ,imbuh Kepala Sekolah Suren 04 yang juga Ketua PGRI Cabang Ledo’ombo Jember yang memulai kariernya sebagai Kepala Sekolah di Suren 04 sejak 2013.(Any/Udin)

