Diduga Kurangi Volume LPS, Pekerjaan Rigid Beton Jalan Ruas Balen Sugihwaras di Uruk dengan Tanah
Bojonegoro.Metrosoerya.net- Dalam menyelesaikan proyek bangunan, biaya menjadi faktor utama keberhasilan suatu kegiatan proyek. besaran anggaran disesuaikan
RAB (Rencana Anggaran Biaya). Hal ini penting dilakukan untuk memonitor dan mengevaluasi budgeting/cash flow atau alokasi biaya yang sesuai dengan setiap item yang akan dilaksanakan meliputi bahan material, tenaga, dan peralatan.
Proyek konstruksi yang rangkaian kegiatannya harus menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan kriteria biaya, mutu dan waktu. untuk mencapai mutu pekerjaan konstruksi yang diinginkan.
Namun lain halnya dengan peningkatan jalan rigid pavement di ruas balen sugihwaras yang dikerjakan oleh PT Karya Sepakat Kita, Tahun 2020 ini, yaang menelan anggaran
Rp.25.796.332.717, dan bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro diduga tidak sesuai dengan Spek,
Pasalnya dalam pengurukan berem di bahu jalan rigid beton yang sudah selesai tepatnya di sekitar desa balongrejo Kecamatan Sugihwaras, diduga urukan berem menggunakan tanah liat, yang kemudian dilapisi agregat.
Hal tersebut di menjadi sorotan warga setempat, lagi – lagi untuk mendapat keuntungan yang besar banyak cara dilakukan, tanpa memikirkan kualitas dan mutu pekerjaan.
Penyiasatan tanah uruk untuk berem adalah salah satu cara untuk meraup keuntungan yang besar, karena harga agregat dengan tanah uruk jauh berbeda.
“Berem di kanan kiri jalan diuruk dengan tanah mas, baru kemudian tipis tipis di lapisi agregat,”Katanya.30/8.
Sementara dari pihak penyedia jasa PT Sepakat Kita maupun Jafar Shodiq Kabid Jalan dan prasarana Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro belum ada jawaban saat dihubungi teekait berem diruas tersebut.
YD

