“KISAH PILU JANDA TUA” Terjebak pinjaman koperasi Mingguan .rela jual beras bantuan untuk bayar angsuran
Jember–Metrosoerya.net. Janda tua suti (75) warga krajan barat desa candi jati kec Arjasa kab Jember.rela menjual beras bantuan untuk membayar setoran koperasinya. ia menjalani hidup penuh ketar ketir dan kerap kali menerima perkataan kasar dari penagih yg datang kerumahnya,jember (4/9/20).
Janda tua berusia 75 tahun ini hidup dengan cucunya,di rumah berukuran 5×6 berdindingkan setengah bata dan anyaman bambu itu pun dapat bantuan dari program RTLH tahun 2011yang lalu.

Setiap harinya ibu suti bekerja sebagai tukang cuci pakaian milik tetangga sekitar dengan upah yang didapat sebesar 15 ribu per hari.ia tidak pernah betah di rumah Lantaran setiap hari Selasa,Kamis dan Jumat selau didatangi penagih hutang yang mana memang pinjaman sistem minguan.
Menurut suti” dirinya meminjam uang koprasi karena terpaksa dan tidak punya uang,terhimpit kebutuhan semenjak menantunya meningal dunia. Saya butuh uang untuk biaya selamatan.”keluh suti
Menurut keterangan suti” pinjaman 100ribu terima bersih 80ribu dengan angsuran 13 ribu perminggu selama 10 mingu.
Pinjaman 250 ribu terima bersih 200 ribu dengan angsuran 33 ribu selama 10mingu.
Untuk pinjaman 200ribu terima 160ribu angsuran 26ribu selama 10mingu.
“Dirinya punya 6 tagihan di koperasi, untuk hari Kamis 2 tagihan, Jumat 3 tagihan,Selasa 1 tagihan, Perminggunya saya harus menyiapkan 145 ribu yang buat saya amat berat mengumpulkan uang sebesar itu, terkadang sampai saya harus jual beras bantuan dari pemerintah buat bayar setoran.yg seharusnya beras itu untuk kebutuhan makan saya setiap hari.
Itupun saya habis bayar setoran kadang tidak pernah di kasih tanda terima,habis trima uang angsuran penagih langsung lari .”ucap suti dengan mata yang berkaca-kaca.
Dikesempatan yang sama Lukman mengatakan bahwa ibu suti punya pinjaman 250ribu potongan dari kantor 20persen dengan angsuran 33ribu selama 20kali mas.”terangnya kepada awak media.
Menurut dia”Bu Jum(suti) sudah saya kasih buku,karena terlalu banyak pinjaman di koperasi, jadi sering hilang (kartu pinjaman).bukan hanya Bu Suti bahkan anaknya ibusri juga punya pinjaman kesaya mas” saya hanya pengawas mas karena petugas tagihnya kecelakaan jadi saya yang mewakili untuk menagih.
Tapi saya tidak pernah memaksa kalo ngak punya uang ya ngak papa.” Imbuhnya Lukman selaku pengawas koperasi bintang artha mandiri di kediaman ibu suti.
Awak media menemukan empat buku angsuran milik Bu Jum(Suti) ironisnya ternyata buku itu milik satu koperasi, hanya warna buku yang berbeda.(Tim Jember)……….Bersambung