BABINSA KORAMIL 25/PAHAE JAE – KODIM 0210/TU, BERI MOTIVASI PETANI KAKAO.
(Metrosoerya..net) – Babinsa Koramil 25/PAHAE JAE – Kodim 0210/TU, Serda Efriko Rosdal mendorong Prospek Komoditi Petani Kakao di Kelurahan Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara Kamis (19/9/2019)
Serda Efruko Rosdal menyampaikan kepada petani Kakao, bahwa Indonesia memang terkenal dengan luas lahan Pertanian dan Perkebunan, Kabupatan Tapanuli Utara khususnya Kelurahan Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae Lahannya sangat cocok untuk bertanam sehingga dengan lahan yang subur inilah Serda Efriko Rosdal Babinsa Koramil 25/Pahae Jae, mendorong kepada masyarakat Poktan Pertanian Holtikultura untuk terus semangat bertanam salah satunya tanaman Kakao.
Kakao memang menjadi Produk unggulan, Pembinaan usaha Kelompok Tani terus dilakukan termasuk tanaman Kakao yang merupakan sektor Strategis baik untuk ekspor dan sumbangannya terhadap Perekonomian Indonesia
Akan tetapi di Kelurahan Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, KabupatenTapanuli Utara belum ada pengusaha yang terjun menggeluti bisnis pengolahan Cokelat tersebut, komoditi salah satu Produk Pertanian tersebut lebih banyak di pasarkan dalam bentuk biji tanpa memberi banyak nilai lebih.
Selama ini tidak di olah menjadi produk makanan siap santap setelah di petik dari kebun petani menjual ke Pengepul lalu Pengepul menjual ke agen yang lebih besar lagi di Medan, dari sana Komoditi Kakao Pahae Jae masih dalam bentuk biji dipasarkan ke berbagai daerah tujuan.
Kakao merupakan tumbuhan tahunan (Perennial) berbentuk Pohon, di alam dapat mencapai ketingian 10 meter, meski demikian dalam pembudidayaan tingginya di buat tidak lebih 5 meter, tetapi dengan tajuk menyamping yang luas, hal ini di lakukan untuk memperbanyak cabang Produktif.
Untuk lebih menggenjot Produksi dari budidaya Kakao Serda Efriko Rosdal Babinsa Koramil 25/Pahae Jae mendorong kepada masyarakat Kelompok Tani Kakao tentang teknik sambung samping yang dapat meningkatkan Produktipitas Kakao di masa mendatang.
Selain itu dengan teknik sambung samping itu juga dapat menjadi contoh bagi Petani Kakao lainnya agar tanaman lebih Produktif.
Selama ini banyak tanaman kakao yang di budidayakan oleh Petani bukan berbenih, Sehingga berdampak pada besaran panennya, akan tetapi dengan teknik sambung samping ini yang berasal dari cabang benih unggul akan memperbaiki Produksi yang menjadi lebih baik. (Rtyn Prima)

