Dalam Waktu Satu Hari Bacawali Lia Istifhama Diterima di Empat Penjuru Mata Angin Sudut Kota Surabaya, Pertanda Apakah Ini ?
Surabaya – Metro Soerya.Net – Perhelatan perebutan kursi walikota maupun wakil walikota surabaya pengganti Tri Rismaharini semakin menarik untuk diikuti. wacana wacana calon penggantinyapun mulai ramai disuarakan oleh berbagai relawan masing masing kandidat, tak terkecuali hal tersebut dilakukan oleh relawan yang mengatas namakan dirinya Suroboyo Ceria, Suroboyo Mulia Sejahtera, Suroboyo Berlian, Sahabat KIP, FIB, Forum Keluarga Madura, Paguyuban Pedagang Tradisional Surabaya, Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL) dll. Ya memang, meskipun pilwali di surabaya baru akan dilaksanakan kurang satu tahun lagi, namun sayup sayup gaungnya sudah terdengar di seantero sudut sudut Kota Surabaya. Bahkan nama yang muncul dalam bursa pun semakin banyak. Meskipun di satu sisi banyak pihak meyakini semua nama memiliki peluang yang sama untuk menduduki kursi orang nomor satu di kota Surabaya pada September 2020 mendatang. Sebut saja diantara nama nama saat ini yang sudah beredar dimedia sosial maupun media cetak diantaranya Wisnu Sakti Buana (PDIP), Gus Hans (Golkar), Dhimas Anugrah (PSI), Eri Cahyadi (Birokrat), Hendro Gunawan (Birokrat), Fandi Utomo (PKB), Dyah Katarina (PDIP), Lia Istifhama (Aktifis)), M. Sholeh (Advokat), Jamhadi (Pengusaha), Arif Afandi (Profesional), Sukma Sahadewa (Perindo), Djadi Galajapo (Profesional), Daniel Gunawan (Profesional), Untung Suropati (Purnawirawan) dll. tapi anehnya diantara beberapa nama kandidat tersebut justru yang sangat ramai muncul menjadi perbincangan publik di medsos maupun sudut sudut kampung kampung ialah Lia Istifhama. Karena memang sebagaian warga Kota Surabaya masih menghendaki pemimpin perempuan yang paham kebutuhan dasar setiap keluarga. Sosok aktivis perempuan dan dosen tersebut selalu trending di sosial media. Bukti tersebut semakin yakin karena belakangan ini nama ning Ceria sebutan Lia Istifhama beberapa kali kualahan memenuhi undangan dari berbagai elemen masyarakat dibeberapa tempat. Dan anehnya lagi untuk satu hari saja ada beberapa tempat yang dikunjungi. Itupun tanpa disadari dalam satu hari menghadiri di empat penjuru mata angin sudut kota surabaya, pertanda apakah ini ?
Dalam pantauan metro soerya acara yang dihadiri Ning Lia Istifhama mantan Semifinalis Ning Surabaya 2005 tsb diantaranya yang dikemas dalam Safari Ceria 1 September 2019, diantaranya menghadiri Jalan sehat dan memberikan door prize di Jl. Jemur Wonosari RT 02 RW 05 Kec. Wonocolo dalam rangka memperingati HUT RI ke 74, Jalan sehat bersholawat bersama Gubernur Jatim di masjid Agung, pemberian door prize jalan sehat di Tempel Sukorejo Kec. Tegalsari, menghadiri final lomba balap perahu layar di Kenjeran, silaturahmi bersama teman2 alumni MTsN Rungkut, dan menghadiri Penutupan KKN Mahasiswa STAI TARUNA Jl. Dukuh Sumber sari RT 02, RW 02 Kelurahan Sumberrejo Kec. Pakal Kota Surabaya yang dikemas dengan tema Peningkatan Ukhuwah Islamiyah Bagi Civitas Akademik Dalam Masyarakat. Dalam sambutannya saat menghadiri penutupan KKN Mahasiswa STAI TARUNA, Lia Istifhama Ketua 3 bidang kemahasiswaan STAI TARUNA didaulat memberikan sambutan dihadapan para mahasiswa dan warga sekitarnya, mengatakan, “ sudah saatnya kita harus bangkitkan kembali kepekaan sosial, untuk saling mengingatkan diantara kita, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar. Diantaranya yang perlu kita ingatkan kembali agar membentengi diri kita, lingkungan sosial, adik adik kita serta anak anak kita dari bahaya intoleransi dan bahaya amoral. Sehingga kita semua supaya terbangun adanya solidaritas sesama anak bangsa”, jelas aktivis Lembaga Perlindungan Anak Bina An’Nisa ini.

Saat ditanya oleh awak media tentang dicalonkannya dirinya oleh beberapa relawan suroboyo Ceria, ning lia yang kebetulan keponakan khofifah Indarparawansa mengatakan, “Saya orangnya santai aja mas, tidak usah mekso, kalau kata orang Surabaya. Opo jare seng ngecat lombok, karena manusia hanya bisa berikhtiar, tapi semua kembali pada kehendak Allah SWT. Yang jelas saya menjalani apa yang bisa saya lakukan saat ini. Kalau ada yang bilang saya ini Cawali bonek, ya Monggo. Gapapa. Saya kan memang Bonek Suroboyo”, jelasnya tersenyum.
Sedangkan menurut H. Minun Latief anggota DPRD Kota Surabaya terpilih 2019-2024 dari Fraksi PKB usai acara mengatakan, “Saya pribadi mendukung ning lia untuk maju sebagai walikota atau wawali kota surabaya, krn wes wayah’e surabaya di pimpin uwong NU, gubernurnya NU walikotanya yo kudhu NU. Jadi semoga Ning Lia dilancarkan hajatnya dan diberikan kemudahan oleh Allah menjadi walikota atau wakil walikota surabaya”, jelasnya.

Saat ditanya dukungan untuk ning lia akhir akhir ini mengalir deras yang dimulai dari warga pingiran kota surabaya, Kyai Minun Latief menambahkan, “ itu klo tidak atas izin Allah, semua itu tidak akan mungkin terjadi, karena tanpa setingan semua mengalir secara alami. Istilahnya dalam bahasa jawa jika dukungan dimulai dari 4 arah mata angin seperti yang dihadiri ning lia yaitu benowo (barat), Kenjeran (utara), Wonocolo (selatan), Tempel Sukorejo (Timur) itu artinya suara warga kota surabaya di pathok/dipageri dari berbagai sudut”, tambahnya dengan optimis.
Sementara menurut Sudarmanto yang akrab dipanggil Gus Dar mengatakan,” Ning Lia ini patut untuk diperhitungkan dalam kancah pertarungan pilwali surabaya 2020. Karena beliau yang kita tahu seorang dengan bacground pendidik, pengurus fatayat NU jawa timur yang berwawasan luas, cerdas dalam berpikir untuk kemajuan kota surabaya ke depan. Karena beliau saat ini sudah menggagas beberapa konsep dasar untuk memajukan kota surabaya. Salah satunya adalah gagasan Nawa Tirta. Bu Risma kan identik dengan taman, nah tumbuhan kalau mau terus hidup, kan pasti butuh air, dan kebetulan surabaya dilalui oleh sungai besar brantas dan kali mas yang menghubungkan langsung dengan laut. Jadi kalau tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik kita pasti rugi. Buktinya PDAM sendiri saat ini banyak dikeluhkan warga, disamping airnya keruh tidak layak konsumsi, juga tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan lancar. Karena yang kita tahu dipagi hari banyak sekali warga dibeberapa titik kesulitan air bersih, kran kran tidak bisa mengeluarkan air dengan lancar. Untuk itu kedepan dengan program nawa tirtanya pasti akan dituntaskan oleh beliau”, jelasnya. (Red)

