Iklan Rokok

6 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Gubernur Khofifah Ikuti Istighosah Bersama Ribuan Polwan di Mapolda Jatim

Surabaya-Metrosoerya.net.  Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengikuti Istighosah Kubro bersama ribuan Polwan di Mapolda Jatim. Acara yang juga diikuti oleh wanita TNI dan mahasiswa itu dalam rangka memeringati HUT Polwan ke-71 yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1441 Hijriyah.

“Istighosah seperti ini tidak lain untuk mendoakan Indonesia agar selalu kondusif, aman dan damai. Saya mengajak masyarakat agar menjadikan ini sebagai momentum refleksi Keindonesiaan,” kata Khofifah, Minggu (1//9).

Menurutnya, sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus dibangun dengan harmoni di antara keberagaman. Hal itu, sebagaimana meneladani Rasulullah SAW dalam membangun kebersamaan untuk kemajuan daerahnya.

“Kita sebagai sebuah bangsa besar yang punya beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan agama. Untuk itu, kita bangun kebersamaan sebagaimana Rasulullah membangun kota Madinah,” kata wanita yang juga Ketua Muslimat NU tersebut.

“Rasulullah memimpin kota Madinah dalam keberagaman dengan harmonis, toleransi yang baik moderasi yang terbangun di antara dari seluruh masyarakat. Maka piagam Madinah menjadikan bagian yang penting. Konstitusi menjadikan bagian yang penting dalam berbangsa dan bernegara,” jelasnya. 

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan situasi di Indonesia beberapa pekan ini memang cukup menghangat. Untuk itu, doa bersama ini diharap mampu mendinginkan suasana.

“Kami adakan istighosah kubro dimana kita melihat situasi saat ini kami melihat ini kita berdoa. Dalam HUT Polwan ini kita kumpulkan polwan se-Jawa Timur ada 2350-an,” kata jenderal polisi bintang dua tersebut.

“Ada dari Muslimat, Fatayat juga dan dari mahasiswa, milenial hadir juga dan dari wanita TNI juga hadir. Ini luar biasa ada sekitar 3.500 wanita dan Bhayangkari juga hadir, wanita-wanita hebat di Polda Jawa Timur untuk mendoakan negeri ini,” jelas Luki.

Luki mengatakan, di waktu yang sama ini juga bersamaan digelar kegiatan Gerakan Jawa Timur Cinta Papua dengan menggandeng elemen masyarakat Papua. “Bersamaan itu juga kami menggelar budaya Papua yang mana seluruh masyarakat atau warga Papua yang sedang mengikuti pendidikan dan bekerja berkumpul bersama di jalan Darmo mereka menggelar budaya Papua bersama masyarakat Jawa Timur,” papar Luki.

Hal ini, lanjut Luki, sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat Papua di Jatim dijamin keamanannya. Selain itu, para pelajar dan mahasiswa Papua juga bisa berstudi dengan baik. “Ini juga menunjukkan bagaimana saudara-saudara kita dari Papua di sini betul-betul merasa nyaman, bisa mengikuti pendidikan dan bisa mengikuti kegiatan-kegiatan seperti biasa,” lanjut Luki.

Ia berharap kegiatan ini bisa dilihat langsung oleh masyarakat di Papua. Dia menegaskan informasi pengusiran masyarakat di Jatim tidak benar dan bisa dilihat jika masyarakat aman di Jatim.

“Ini biar dilihat oleh semua warga Papua yang ada di manapun baik di dalam negeri maupun dalam negeri kita menunjukkan bahwa tidak ada masalah. Jadi Jawa Timur tidak ada masalah dan kita menunjukkan bahwa di kota-kota yang lain juga tidak ada,” pungkasnya. (Gud Dar) 

mungkin anda melewatkan