Iklan Rokok

3 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Hadiri Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM), Stand Dinas Perkebunan Jawa Timur Mendapat Sambutan Meriah

 

Ir. Karyadi, MM dan rombongan Dinas Perkebunan Jawa Timur foto bersama peserta dari Provinsi Papua

Surabaya-Metrosoerya.net.  Pameran inovasi pelayanan publik pada Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) Kemenpan RB di Banjar Baru Kalimantan Selatan pada tanggal 19 – 21 september 2019. Pameran yang dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin (19/9) yang didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berlangsung cukup meriah dan hikmat. Acara yang di gagas oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut sekaligus memberikan penghargaan atas capaian kinerja program Gerakan Indonesia Bersatu dan Gerakan Revolusi Mental 2019 kepada Provinsi Bali, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Seluma, Kabupaten Ogan Ilir, serta simbolisasi pemberian E-KTP, KIA, dan akta kelahiran. Dalam acara tersebut, hadir pula Sekretariat Jendeal Kemendagri Hadi Prabowo, Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK I Nyoman Shuida, Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, serta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur dan para undangan.

Kopi Arabika produksi Kayu Mas Situbondo menjadi andalan Stand Dinas Perkebunan Jawa Timur

Disela-sela acara Karyadi Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur yang menjadi salah satu peserta Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) Indonesia 2019, mengatakan, “ Alhamdulillah stand dinas perkebunan jawa timur mendapat ssambutan yang luar biasa dari pengunjung berbagai daerah. Kami terus bertekat ke depan kami berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan program yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan petani, yang bisa mengangkat perekonomian kawasan pegunungan. Diantaranya kita akan kawal terus program dari Kayu Mas untuk direplikasi ke daerah lain yang memiliki kesuaian lahan, utamanya melalui program hulu hilir komoditi perkebunan penghasil kopi”, jelasnya.

Karyadi yang sukses meraih penghargaan dibidang kopi dengan label Inovasi kabinet Arabika Top 99 Sinovik 2018 dan yang menjadi penyebab ditunjuknya dinas perkebunan mewakili jawa timur menambahkan, ” produksi kopi arabika jawa timur tahun 2018 sebesar 6.829 ton, jika dilakukan petik merah kuning hijau secara bersamaan didapatkan pendapatan bersih hanya Rp. 70 milyar, tetapi jika dilakukan sentuhan teknologi dengan petik merah, olah basah, sortasi akan dihasilkan produk biji kopi premium sebesar Rp. 266 milyar. Dan jika dilanjutkan dengan pengolahan produk hilir menjadi kopi roasting atau powder, pendapatannya jauh lebih tinggi yaitu Rp.650 milyar,”, tambahnya. (Gus Dar)

mungkin anda melewatkan