Iklan Rokok

23 Agustus 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Ipda Gatot Bantah Terima Uang 5 Juta, 30 Juta Kemana, Kasatresnarkoba: Mungkin Biaya Rehab Mas

Surabaya – Dugaan penerimaan uang dari keluarga terduga pelaku narkoba atas nama Zainal Abidin yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, yang diduga diterima penyidik dan anggota bernama Pak Gatot, langsung dibantah oleh Kasubnit Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Ipda Gatot Supriyanto.

Melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dini hari, Ipda Gatot menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang seperti yang diberitakan.

“Saya Ipda Gatot Supriyanto, Kasubdit Unit 2 Satresnarkoba. Mohon maaf mas, saya tidak pernah merasa menerima uang yang dituduhkan ini kepada saya,” ungkap Ipda Gatot kepada Liputan Cyber.

Ketika ditegaskan kembali terkait dugaan penerimaan uang sebesar Rp5 juta dari pihak keluarga terduga pelaku, Ipda Gatot tetap tegas membantah.

“Saya tidak pernah menerima apa pun dari abahnya, saya tidak kenal,” tegasnya.

Ipda Gatot juga meminta kejelasan sumber informasi yang beredar, menanyakan apakah informasi itu berasal dari keluarga pelaku atau pihak lain.

“Orang sampean maksudnya keluarga yang lain? Atau orang tuanya?” tanyanya.

“Jika benar dari orang tuanya besok biar saya panggil,” ungkapnya.

Sebelumnya, Liputan Cyber mendapatkan informasi mengenai penangkapan dua orang bersaudara, Zainal Abidin dan Arif, oleh petugas Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pada 13 Agustus 2026. Pada 19 Agustus 2026, Zainal Abidin menjalani proses TAT dan direhabilitasi ke RS Menur Surabaya, sedangkan Arif tetap diproses secara hukum lanjut.

Berdasarkan keterangan sumber, awalnya pihak keluarga berniat menebus keduanya. Namun akhirnya hanya Zainal Abidin yang direhabilitasi dengan dugaan pembayaran uang sebesar Rp25 juta kepada penyidik dan Rp5 juta kepada Pak Gatot.

Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama membenarkan adanya penangkapan dan perbedaan penanganan kedua pelaku, namun menyangkal adanya uang tebusan. Ketika wartawan meminta kroscek ke yang bersangkutan (penyidik dan Ipda Gatot) mengebai penerimaan uang tersebut, AKBP Dodi justru menjawab singkat:

“Mungkin untuk biaya rehab mas,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!