Ketegangan Disaat Rapat Paripurna DPRD Kotim
Metrosoerya.net – Sampit Kalteng, Rapat sidang Paripurna DPRD kabupaten Kotawaringin RAPBD (Rancangan Pendapatan Anggaran Belanja Daerah )untuk anggaran Tahun 2020 beberapa waktu lalu ada beberapa anggaran yang harus dirasionalisasi.anggota DPRD
Dari fraksi PKB memberikan komentarnya kepada Media Metro Soerya Kalteng, ujarnya Bima Santoso. Anggaran RAPBD 2020 banyak tersedot ke proyek pembangunan,yang berdampak pada rasionalisasi anggaran tahun. kita harus membayar pekerjaan yang sudah berlangsung dan harus selesai di th 2020. pada tahap pembangunan saat ini. tambah Bima disaat berada diruangan fraksi PKB kemarin.
Selama ini APBD terlalu banyak dipusatkan pada pembangunan dalam kota dan sebagin ada juga yg di luar kota, yang mana proyek berkelanjutan ini, ( multieyears) sehingga Anggaran tersebut harus diarahkan keproyek itu, pada saat sidang pembahasan dengan sopd berlangsung.Bima menyampaiakan dengan tegas.bahwa anggaran APBD seharusnya paling tidak di akomodir di sektor sektor yg mensejahterakan masyrakat dengan melihat aspek-aspek lain daerah kita ini. agar pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya untuk masyarakat selama ini benar -benar terarah. baik dari segi ekonomi,sosial dan yang lainya. seharusnya pembangunan yang belum sangat diperlukan tidak perlu di prioritaskan sekarang, karna masih banyak daerah- daerah utara dan selatan kotim. yang jauh lebih memerlukan perhatian pemerintah daerah. tegas Bima dalam penyampaian dalam agenda rapat diDPRD kemarin.
Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(RAPBD) Tahun 2020 sebesar 1,77T adanya penurunan dari Anggaran sebelumnya, pada tahun 2019 di karenakan adanya dana bagi hasil pajak. pendapatan daerah sekitar 1,77 trilyun untuk pendapatan tersebut adalah pendapatan dari hasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) mencapai pendapatannya Rp.250 milyar dan dana perimbangan sebesar Rp 1,191. trilyun serta pendapatan daerah yang sah sebanyak Rp.331,106.milyar.total pagu RAPBD kotim sebesar (rp 1.846.373.391.375)lebih.
Dengan demikian dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ada pos-pos yang diliat dan diperhatikan kurang tepat sasaran atau anggaran tersebut terlalu besar bila diliat dari fungsi dan pemanfaatannya untuk Daerah ini ujar Bima menambahkan sebelum melanjutkan rapat kembali.
Metro Soerya Sampit Kalimantan (Rully)-Iin

