Iklan Rokok

23 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Ketua Persit Koorcab Rem 022 PD l/BB Gelar Membatik

Pematangsiantar, (Metrosoerya.net) – Batik adalah budaya asli indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan, kurang lebih 100  perempuan mengikuti acara Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) membantik dengan canting di Tribun Lapangan Bola Makorem 022/Pantai Timur, Jln Asahan Km, 3.5 Pematangsiantar, Selasa (02/10/2018).
 
Peserta diikuti dari berbagai elemen antara lain Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan organisasi wanita. Kegiatan ini di hadiri Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf R. Wahyu Sugiarto, S.I.P., M. Han, yang diwakilkan oleh Kasrem 022/PT Letkol Inf Agustatius Sitepu, Para Kasi Korem 022/PT dan Dansat/Kabalak serta Perwira Korem 022/PT, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-73 TNI dan hari Membatik Nasional. Sedangkan Kodim-Kodim Jajaran Korem 022/PT juga secara serentak melaksanakan Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). “Pada tanggal 2 Oktober ini kita peringati sebagai hari Batik Nasional. Hari Batik ini merupakan wujud dari rasa syukur kita rasa memiliki budaya luhur yang diwariskan dari nenek moyang kita kepada generasi penurus bangsa agar selalu melestarikan batik”, tutur Ketua Persit Ny. Ema Raden Wahyu Sugiarto.
 
Ketua juga menambahkan “Kegiatan pemecahan rekor muri membatik massal dengan canting ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke 73 TNI Tahun 2018  dan hari batik nasional, sebagai wujud kepedulian kami dalam meningkatkan citra bangsa di taraf Internasional serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia karena Batik adalah budaya asli Indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan”.
 
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan hari ini, harapan kami semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar”, tutupnya. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan