Kisah Pilu Ibu Muda Asal Jojoran Surabaya dan Bayinya, Berharap Bantuan Rumah Susu
Surabaya-Metrosoerya.net. Disebuah gang kecil di Jalan Jojoran STAL nomor 5 B Surabaya, Ibu Dina ( 21 ) mendekap erat bayinya yang masih berusia 5 bulan, Sebut saja namanya adik Pandhu. Diusianya yang masih relatif belia ini, ibu Dina harus menjalani getirnya hidup. Sang suami, Abdul Aziz meninggalkan begitu saja, ketika mengetahui bayi yang dilahirkan oleh sang istri mengalami kekurangan secara fisik. Bahkan menurut penuturannya, mertuanya juga merasa malu mengakui cucunya dengan kondisi yang mengalami kekurangan secara fisik tersebut.
” Sejak lahir sampai sekarang, mertua tidak pernah sekalipun menengok anak saya, katanya malu punya cucu seperti ini, ” Ujar Dina sambil menerawang.
Ketika wartawan media ini berkunjung ke rumahnya di kawasan Jojoran STAL, Dina didampingi oleh sang Ibunda, Titin Sri Pujiastuti ( 60 ) tahun yang menggendong Pandhu. Kegetiran hidup Dina semakin berat ketika bayi Pandhu harus menjalani operasi, Kamis , 28 November 2019, Ayahanda Dina, Somadi ( 60 ) dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
Dina menuturkan bahwa anaknya Pandhu mengalami Facial Cleft Hydrocephalus Myelomeningocele. Kepalanya membesar tak beraturan, bibir, hidung dan mata tidak berbentuk sempurna.
Akibat bibir tak sempurna itulah membuat Pandhu sulit minum asi atau susu formula dari dot. Mengatasi itu, Dina harus menyuapkan susu formula dengan sendok.
Dirumah yang berukuran 2 x 6 meter, Dina tinggal bersama sang bunda dan bayi Pandhu, rumah petak yang secara umum kurang layak. Dina menuturkan pada saat hamil dirinya pernah dua kali digigit tikus dibagian kakinya sampai berdarah.Saat itu usia kehamilannya menginjak 5 bulan.
” Dirumah saya memang banyak tikus, maklum lingkungannya kumuh. Saat hujan turun, lantainya banjir, karena bocor “, Ucap Dina. (Rido/Arif)

