Iklan Rokok

3 September 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Komandan Kodim 1015/Sampit Sambut Pasis Dikreg LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. 

Metrososeryanews.net,-Kotawaringin Timur – Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Srtyawam, S.I.P, yang diwakili Pasi Ops Kodim 1015/Sampit Kapten Inf Syahidin, S. H, dampingi staf dan jajaran menyambut kedatangan para Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Kantor BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (03/9/2026).

 

Kedatangan para Pasis Dikreg LVI Sesko TNI tersebut dalam rangka pelaksanaan kegiatan kunjungan dan pendalaman materi terkait pelaksanaan tugas di wilayah. Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawam, S.I.P, yang diwakili Pasi Ops Kodim 1015/Sampit Kapten Inf Syahidin, S. H mengucapkan selamat datang serta memberikan gambaran mengenai kondisi geografis, demografis serta kondisi sosial masyarakat di wilayah teritorial Kodim 1015/Sampit

 

Selanjutnya Pasis yang dipimpin oleh Kolonel Inf Andy Mustofa, S. E. M. Han, melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi Karhutla bersama Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

Dalam penyuluhan tersebut, Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, faktor penyebab kebakaran serta pentingnya melakukan pencegahan sejak dini. Kondisi cuaca panas dan kering pada musim kemarau dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran sehingga diperlukan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah munculnya titik api.

 

Menurut dia, edukasi mengenai bahaya Karhutla penting dilakukan karena dampak asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

 

“Urgensinya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa asap ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, terutama anak-anak dan masa depan mereka, termasuk terhadap kesehatan paru-paru,” ujarnya.

 

Selain itu Kolonel Inf Andi Mustofa, S. E. M. Han, mengatakan kita juga bisa mengunakan cara lain yaitu pendekatan dengan warga. Mengingat karakteristik masyarakat disetiap wilayah berbeda, penyuluhan dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan lingkungan masyarakat setempat.@dhea/imah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mungkin anda melewatkan

error: Content is protected !!