Iklan Rokok

4 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Mitigasi Bencana, Gubernur Minta Instansi Terkait Akses Informasi BMKG

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendengarkan penjelasan dari Kepala BMKG Juanda Bambang Hariono (kedua kiri) dalam kunjungan di Stasiun Juanda Sidoarjo, Senin (02/09).

Surabaya-Metrosoerya.net.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke kantor Stasiun BMKG yang berada di komplek Bandara Juanda Sidoarjo, Senin (02/09). Kunjungan ini merupakan perhatian serius terhadap stakeholder terkait terutama dalam rangka mitigasi bencana di Jawa Timur.

Kunjungan gubernur didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim, Subhan Wahyudiono dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Setiajid dan pejabat lain.

Dalam kunjungannya, gubernur menyampaikan bahwa topografi dan geografi wilayah Jawa Timur merupakan daerah rawan bencana dan pengalaman tahun pertama menjabat sebagai Gubernur sudah dihadapkan dengan berbagai bencana seperti banjir, angin puting beliung serta musibah bencana lain baik di darat maupun di laut.

Kepada Kepala BMKG, Bambang Hariono dan jajarannya, Gubernur menekankan pentingnya lembaga terkait untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan BMKG, terutama BPBD baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Jawa Timur dalam rangka melakukan mitigasi bencana yang bisa diprediksi seperti melalui perkiraan cuaca oleh BMKG.

“Mulai bulan September sampai Desember ini ada kecenderungan gelombang laut tinggi makanya kita ingin mengkomunikasikan dengan BMKG dan ada konektivitas, serta masyarakat bisa akses informasi lebih sering real time yang menjadi bagian kewaspadaan bukan hanya nahkoda tetapi juga penumpang memiliki awareness,” terang Khofifah.

Selain itu, saat memasuki musim penghujan, ia juga minta BPBD di daerah bisa berkomunikasi dengan BMKG. Untuk mengkonfirmasi tentang curah hujan dan debit air serta kemungkinan terjadinya cuaca ekstrim dan dampak yang ditimbulkan, inipun masih ada ancaman angin puting beliung.

Harapannya dengan teknologi yang canggih dan konektivitas antar lembaga yang ada saat musim hujan bisa mengantisipasi banjir harus bisa terkonfirmasi oleh BPBD sehingga bisa melakukan antisipasi secara komprehensif persiapan nya.

Gubernur juga meminta kepada BPBD  kabupaten/kota melakukan langkah langkah antisipatif secara komprehensif.  “Kita tentu tidak ingin adanya bencana tapi topografi wilayah Jawa Timur memang termasuk daerah yang cukup memiliki rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam kalau musim kemarau rawan kebakaran hutan, musim hujan ada banjir ditambah puting beliung ,” kata gubernur.(Gus Dar)

mungkin anda melewatkan