Iklan Rokok

13 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Pilkada Serentak Tahun 2020, Aparat Gabungan Siap Amankan Pilkada Damai, Aman dan Kondusif di Tengah Pandemi Covid-19

Keterangan foto: Kapolda saat Berada di Mapolrestabes

SURABAYA||Metrosoerya.net. Pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan diikuti oleh 19 Kabupaten/ Kota se-Jatim. Polda Jawa Timur melakukan pemetaan wilayah di seluruh jawa timur. Mulai dari tingkat kerawanan terjadinya konflik maupun kerawanan yang lain saat pelaksanaan pilkada berlangsung.

Namun yang terjadi di jawa timur, mulai dari pendaftaran pasangan Calon Bupati/ Walikota hingga proses kampanye sampai saat ini terpantau lancar, aman dan kondusif. Meski demikian, guna mengantisipasi hal-hal yang terjadi di lapangan saat mulai pendaftaran paslon, kampanye, pencoblosan hingga penghitungan surat suara. Polda Jatim tengah menyiagakan personil, baik di Bawaslu, KPU, maupun tempat pemungutan suara.

Pengamanan Pilkada serentak di Jatim, akan menerjunkan aparat gabungan mulai dari TNI/ Polri, Satpol-PP dan Linmas. Dengan rincian, Polda Jawa Timur akan menerjunkan 15.840 personil gabungan dengan Polres jajaran, sedangkan personil TNI akan diterjunkan sebanyak 5.445, sedangkan Satpol-PP sebanyak 1. 991 dan Linmas sebanyak 119.231 orang.

“Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta mengatakan, Pilkada tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, saat pilkada tahun ini bersamaan dengan Pandemi Covid-19. Sehingga semua pihak harus tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes). Jangan sampai ada klaster pilkada yang nantinya akan menimbulkan persoalan baru.

Semua peserta pilkada, mulai paslon, pendukung dan juga masyarakat hingga petugas PPK dan PPS yang ada TPS (Tempat Pemungutan Suara). Semua bisa mematuhi prokes, hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, akan diikuti oleh 19 Kabupaten/ Kota dengan rincian, 16 Kabupaten dan 3 Kota. Polda Jatim sendiri juga telah berkoordinasi dengan Bawaslu dan juga KPU terkait dengan tahapan-tahapan pilkada maupun persoalan pelanggaran pilkada yang terjadi di Jatim.

Selain bekersama dengan Bawaslu dan KPU, juga berkoordinasi dengan Pemerintah, baik tingkat Provinsi maupun Bupati/ Walikota, hingga jajaran paling bawah, seperti Camat, Lurah, Kades, Babinsa dan Babinkantibmas. Agar semua bisa berkoneksi jika ada konflik saat pilkada bisa segera terditeksi sejak dini,” sebut Nico Afianta.

Orang nomer satu dijajaran Polda Jatim itu juga menjelaskan, terkait dengan kedatangan surat suara, Polri akan melakukan pengaman secara ketat saat berada di KPU hingga pendistribusian mulai dari kantor KPU hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di setiap masing-masing Kabupaten/ Kota di Jatim.

Selain pengamanan personil gabungan, nantinya juga akan disiapkan dukungan sarana pra sarana (Sarpras) seperti, Ambulance, Tenaga Medis, Tenda Lapangan, serta Alat Pelindung Diri (APD),” pungkas Nico.

Sementara terkait dengan pilkada yang berlangsung disaat Pandemi Covid-19, Kapolri Jendral Polisi Idham Azis, juga telah mengeluarkan Maklumat yang harus di patuhi dan dijalankan terhadap Protokol Kesehatan. Isi maklumat tersebut diantaranya.

1. Dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan serta Protokol Kesehatan Covid-19.

2. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait pada setiap tahapan pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

3. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilu.

4. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan pemilihan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak arakan, konvoi atau sejenisnya.

Dengan dilangsungkannya pilkada serentak yang aoan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang. Kapolda Jawa Timur sendiri juga telah melakukan pengecekan pospam pengamanan pilkada, personil dan juga kesigakan setiap anggota dilapangan. Diharapkan, dengan berlangsungnya Pilkada Serentak di Jawa Timur Tahun 2020 ini yang bersamaan dengan Pandemi Covid-19, bisa berjalan aman, tertib dan kondusif. Serta tidak terjadi klaster baru saat pilkada. Reporter : Memet

mungkin anda melewatkan