Iklan Rokok

26 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Semakin Moncer Dan Kinyis – Kinyis, Dukungan Simpatisan PDIP Dan 38 Organ Relawan Ke Ning Lia Semakin Tak Terbendung

Ning Ceria diapit Relawan Suroboyo Ceria

Surabaya Metro Soerya.Net : Holopis Kuntul Baris, Cancut Taliwondo, Rawe Rawe Rantas Malang- Malang Putung. Genderang perangpun mulai ditabuh. Meski perhelatan pilwali surabaya masih bulan september 2020 dan saat ini masih dipenghujung tahun 2019, Perebutan kursi orang nomor satu di Surabaya pasca Tri Rismaharini sudah tidak lagi bisa dicalonkan walikota surabaya semakin menarik untuk diikuti. Dukungan relawan relawan di grassroot pun mulai tampak ada sedikit gesekan. Itu dilakukan lantaran para pemangku kekuasaan grassroot mulai gencar mensosialisasikan calonnya masing- masing untuk menaikkan elektabilitas sang kandidat yang diusungnya supaya ada dihati rakyat pemilih. Tak terkecuali  Figur Lia Istifhama, S. Sos, S.H.I, M.E.I yang namanya semakin moncer dan kinyis-kinyis yang akrab di sapa Ning Ceria (Cerdas, Energik, Religius, Integritas, Amanah) yang oleh masyarakat mengenal sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seolah menjadi gelombang stunami yang dahsyat dalam bursa kandidat bakal calon Walikota Surabaya periode 2020 – 2025. Pasalnya, setelah ramai diperbincangkan publik di media sosial dan grassroot sebagai figur kuat yang akan turut meramaikan pertarungan Pemilihan Walikota Surabaya (Pilwalkot) 2020 mendatang, dukungan deras dari berbagai lembaga dan komunitas, kyai, ustad serta pimpinan pondok pesantren terus mengalir bagai tak terbendung.

KH Ali Hanfia Akbar Pimpinan Ponpes Suralaya didampingi KH Masykur Hasyim, KH Zuhri Ahmad dan para Undangan

Salah satunya, minggu (22/12) bertempat di Hotel Royal Quds Jl. Sultan Iskandar Muda No. 85 Ampel, acara yang digagas 0leh BAGGUS (Barisan Gus dan Santri Surabaya) yang diketuai Gus Yusuf dalam semangat  “Teras Ning Lia” Temu Relawan Surabaya menyongsong Surabaya 2020 ini dihadiri perwakilan 38 organ relawan, Banser (Barisan Ansor Serba Guna), KH. Ali Hanafiah Akbar pimpinan pondok pesantren Suryalaya jl, banteng Surabaya yang memiliki 2000 jama’ah Thoriqot Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN), KH. Masyur Hisyam Pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswa Roudhotul Banain Wal’Banat, dan KH. Zuhri Ahmad Manukan Surabaya berlangsung cukup meriah dan khidmat. Dari 300 perwakilan organ relawan yang hadir antusias mengikuti deretan acara yang disusun apik oleh panitya penyelenggara. Sebelum acara inti dibergulir, salah satu anak Disabiltas yang bernama tegar menghiasi acara deklarasi tersebut dengan membacakan lantunan ayat suci Al Qur’an dan membuat para hadirin tercengang, bukan hanya itu, tegar juga mengiringi Lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan memainkan alat musik Organ dan membuat suasana acara semakin meriah.  Diantara 38 komunitas relawan yang hadir saat itu tak ketinggalan relawan yang menamakan dirinya Suroboyo Ceria. Menurut beberapa nara sumber, awal kemunculannya nama organ relawan tersebut tercetus saat diatas jalan tol Surabaya – Jakarta dalam rangka perjalanan menuju Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menyerahkan dukungan pemilih di basis tapal kuda (jember dan lumajang) yang mendiami lahan milik PT. Joni Pranata sebanyak 20 ribu kepala keluarga pada bulan 11 maret 2019. Dan diatas jalan tol itulah tercetus ide organ relawan Suroboyo Ceria, sekaligus menyematkan Lia Istifhama sebagai Ning Ceria (Cerdas, Energik, Religius, Integritas, Amanah) untuk dicalonkan sebagai Calon Walikota Surabaya dari PDIP dengan sangat optimis untuk menghantarkan menuju singgasana Balai Kota Surabaya. Alhasil setelah pilpres selesai tim relawan Suroboyo Ceria melakukan gebrakan memasang banner di sudut sudut kota surabaya  dengan harapan nama ning lia semakin dikenal publik. Meskipun keesokan harinya tak begitu lama banner banner tersebut di tertibkan oleh satpol PP.  Tapi dengan gerakan tersebut setidaknya membawa hasil yang positif, karena nama ning lia menjadi viral dimedia sosial maupun menjadi buah bibir perbincangan publik. Dan tidaklah berlebihan jika relawan suroboyo ceria mendorong ning lia maju sebagai Cawali kota surabaya karena ning lia dianggap memenuhi kriteria sebagai seorang figur yang mempunyai basis suara besar pemilih pasangan Khofifah Indarparawansa dan Emil Dardak saat pilgub 2018 tahun lalu, figur ketokohan yang tidak diragukan lagi karena sebagai aktivis Lembaga Perlindungan Anak Bina An’Nisa, Ketua Fatayat NU Jawa timur, Ketua Perempuan HKTI Jawa Timur, memiliki sumberdaya manusia (SDM) karena diusianya yang relatif muda insya allah tahun 2020 sudah bergelar doktor, Religius karena sebagai putri KH. Masykur Hasyim tokoh NU dan mantan Ketua Banser Jawa Timur, Integritas serta Amanah. Disamping itu lia merupakan sosok akademisi yang selama ini aktif sebagai dosen STAI TARUNA yang peduli dengan dunia pendidikan serta sebagai aktivis perempuan yang gigih memperjuangkan hak – hak warga yang lemah dan terpinggirkan melalui blusukan dikampung – kampung serta kegiatan keagamaan melalui ibu ibu fatayat maupun muslimat. Sehingga tidak ditampikkan lagi sebagai seorang tokoh publik dengan kemampuan membagun komunikasi di berbagai lintas dan kalangan, yang semua itu diimplementasi dengan tindakan nyata. Sehingga tokoh tersebut menurut data dari relawan maupun tokoh masyarakat terus masif mensosialisasikan aksinya ke kampung – kampung dilakukan tanpa pamrih dan jauh dari unsur pencitraan semata seperti yang biasa dilakukan sejumlah politisi dan tokoh politik jelak pilwali Kota Surabaya.

KH Masykur Hasyim, Ning Lia, Arif Fauzi didampingi Banser

Saat memberikan sambutan dihadapani 38 organ relawan, Ning Lia mengatakan, “Bersamaan dengan Hari Ibu ini, saya bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua elemen sehingga semakin memantapkan langkah saya maju di pencalonan Wali Kota Surabaya. dan Saya berbangga hati berada dalam forum ini, bersama para 38 komunitas organ relawan, keluarga, sahabat, dan teman semuanya. Inilah jawaban dari doa, bahwa kita semua tentunya selalu ingin berada di sekitar orang-orang yang menyayangi kita. Saya juga bersyukur pernah disebut cawali bonek, dianggap dari kalangan biasa. Justru, kesederhanaan yang biasa itulah, yang memunculkan kebersamaan. Di hadapan ayah KH. Maskur Hasyim dan ibunda saya yang telah memberi restu, saya jadi semakin mantab meneguhkan optimisme maju di perhelatan Pilwali Surabaya tahun 2020”, tegas Lia

Ning Lia menambahkan, “berharap momen deklarasi dukungan yang bersamaan dengan hari ibu ini bisa selalu mengingatkan dirinya dan juga para relawan untuk selalu hormat kepada orang tua terutama ibu yang melahirkan kita, karena tidak ada bayi yang bisa merangkak tanpa peran ibu, orang tua dan keluarga. kita bisa berjalan dan meraih cita cita itu semua tak lepas dari segala upaya ibu merawat dan mendidik kita yang disibukkan dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi”, tambahnya

 

Menurut Gus Yusuf Koordinator Baguss (Barisan Gus dan Santri ) Surabaya yang juga sebagai panitya penyelenggara mengatakan, “Ning Lia sosok yang paling layak menggantikan Walikota Tri Risma Harini, karena ning lia sosok ibu yang masih muda dan keibuhan.  Tapi penuh dengan prestasi sebagai seorang aktivis maupun sebagai pengajar (dosen), dan Ini pertama dalam sejarah, 38 Komunitas relawan berkumpul untuk mendeklarasikan dukungan pada seorang bacawali, yaitu ning lia”, ucapnya saat memberikan sambutan

Gus Dar Ketua Relawan Suroboyo Ceria Bersama 38 Relawan Ning Lia

Sementara Menurut Sudarmanto (Gus Dar) Ketua Relawan Suroboyo Ceria, “Ning Lia Istifhama memang layak untuk diperhitungkan, karena selain Cerdas, Energik, Religius, Integritas dan Amanah (CERIA), aktifis milenial NU yang dikenal merakyat dan berjiwa marhaen ini sangat layak sebagai pemimpin Surabaya. Karena kita ketahui bersama selain cerdas dengan program Nawa Tirta, Ning Ceria juga sangat dekat dengan masyarakat  bawah dengan blusukannya tanpa kenal lelah membantu yang di rasa perlu bantuannya”, jelasnya.

Gus Dar bersama Ning Lia

Saat ditanya tentang adanya berita miring diluar yang mengatakan bahwa kader PDIP yang mendukung Ning Lia diragukan keabsahannya sebagai bagian keluarga besar PDIP.

Gus Dar menambahkan, “Kalau ada yang bilang saya dan tim saya bukan kader PDIP, ya biarin saja mas, ngapain diambil pusing, mungkin mereka ngomong seperti itu karena mereka orang orang yang baru nongol di PDIP, sehingga tidak tahu kiprah  saya. Tapi yang namanya sejarah pasti ada jejaknya mas, karena jelek jelek begini saya pernah jadi pengurus dan ikut membesarkan PDIP dengan mendirikan posko posko, buat bendera, kaos dan pernah menghantarkan tokoh tokoh lokal maupun nasional, yang tidak sedikit mengeluarkan dana pribadi untuk perjuangan partai tanpa harus meminta imbalan dan pamrih, yang semata itu kita lakukan supaya PDI P menjadi besar.

Diatas Tol semarang – Batang sosialisasi Jokowi- Ma’ruf Amin

pun sebelum reformasi kita sama sama bergerak di PRRT untuk melakukan perlawanan terhadap orde baru sekaligus melakukan cap jempol darah. di era reformasi maupun saat pilpres 1999 kita sama sama diperintah oleh Alm Pak Sucipto berjuang dijakarta untuk menghantarkan Ibu Megawati sebagai presiden, yang saat itu melalui poros tengah bu mega gagal sebagai presiden, selanjutnya kita demo besar – besaran geruduk Gedung DPR RI, dan saat itu pula kita dikejar kejar aparat dengan tembakan gas air mata, peluru karet bahkan sampai peluru tajam karena kena jam malam, yang akhirnya kita diumpetin oleh pendeta digereja”, tambahnya.

 

Saat menyerahkan dukungan suara tapal kuda yang diterima Ali Mochtar Ngabalin di kantor KSP

Masih menurut Darmanto, “ Perlu diketahui bersama bahwa seluruh relawan Suroboyo Ceria sekalipun saat ini sudah tidak lagi menjadi pengurus partai ditingkat anak ranting, ranting maupun Pengurus Anak Cabang, namun sejak mempunyai hak politiknya dalam pemilu selalu disalurkan di partai PDIP. Seperti saya pribadi sejak mempunyai hak pilih dalam pemilu legislatif tahun 1987 maupun 1992 partai PDI lah pilihan saya untuk menyalurkan aspirasi. Lalu di tahun 1999 hingga kini saya salurkan di PDIP. jadi aneh kalau ada orang2 mengatakan kalau saya bukan kader atau simpatisan PDIP. Lalu salahnya dimana kalau relawan Suroboyo Ceria yang didominasi pemilih partai PDIP sudah membentuk Korcam (Koordinator Kecamatan) di 31 kecamatan maupun Korkel (Koordinator Kelurahan) se Surabaya mendukung Ning Lia Istifhama sebagai Walikota maupun Wakil Walikota Surabaya, kan hingga saat ini Ibu Megawati juga belum mengeluarkan rekomendasi siapa yang bakal diusung menjadi Calon Walikota maupun Calon Wakil Walikota Surabaya. di negara demokrasi, siapapun boleh mendukung calon tertentu mas, apalagi ning lia mendaftarkan diri di partai PDIP besutan Megawati Soekarno Putri, namun ketika nantinya rekomnya turun kepada siapa yang ditunjuk Bu Mega, ya seyogyanya kita loyal mengamankan rekom tersebut ”, tegasnya.

Sementara menurut KH. R. Machfud pimpinan Pondok Pesantren Salafiya Uswatun Hasanah Dukuh Bulak Banteng Suropati Surabaya  yang sekaligus pembina Relawan Surabaya Ceria mengatakan, “sudah selayaknya kedepan Surabaya dipimpin oleh seorang yang berlatar belakang perpaduan nasionalis religius (NU). Kalau Gubernurnya NU, maka Walikotanya kalau bisa juga dari NU. Karena saya mendukung penuh atas pencalonan mbak Lia sebagai cawali atau cawawali kota surabaya. Dan jika nanti mendapat amanah dari rakyat surabaya, agar mau memperhatikan dunia pendidikan, khususnya di sekolah swasta agar kelak biaya penerimaan siswa baru tidak mencekik leher, Jadi setidaknya pemerintah Kota Surabaya yang akan datang juga harus bisa bersinergi sejalan dengan pemerintah provinsi tanpa tarik ulur kepentingan dengan arif dan bijaksana. Jadi perpaduan antara Nasionali Religiuslah (NU) yang diharapkan untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Kota Surabaya menuju konstelasi politik nasional ke depan,” Pesannya. (Red)

Berikut 38 Organ/Komunitas Relawan Pendukung Ning Lia :

  • Relawan Surabaya Ceria
  • Relawan FIB
  • Relawan Surabaya Berlian
  • Relawan Baguss Bersatu
  • Relawan Militan
  • Relawan Surabaya Mulia
  • Relawan KIP Surabaya
  • Relawan Sahabat Ceria
  • Relawan Almatura
  • Relawan Arek Balapan
  • Relawan PPDS Bersatu
  • Relawan Barisan Perjuangan
  • Relawan INS Online
  • Relawan ISC
  • Relawan PAS
  • Relawan Opsi For Lia
  • Relawan RAB
  • Relawan KPRI
  • Relawan GPBS
  • Relawan Multikultur Sby
  • Relawan FIBER Jatim
  • Relawan SANI
  • Relawan Saksi Nol Rupiah
  • Relawan Bugis Makasar
  • Relawan KBRS
  • Relawan Fordifa
  • Relawan Markisa Surabaya
  • Relawan UKM Surabaya
  • Relawan SPEKAL Surabaya
  • Relawan Pedagang Pasar Sby
  • Vespa Arek Surabaya
  • Relawan Komunitas Zumba
  • Relawan KBRS
  • Relawan TARA Jatim
  • Relawan Sahabat Daeng Beta untuk Ning Lia
  • Relawan TPJB
  • Relawan RR 77 Surabaya
  • Relawan TIM Adbulo Sibatang Ning Lia

mungkin anda melewatkan