Iklan Rokok

25 Oktober 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

SOSIALISASI “ISI PIRINGKU” DAN PELATIHAN PENGOLAHAN NUGET NON GLUTEN PADA IBU RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN “CEPOKOLIMO” PACET, MOJOKERTO

Surabaya||Metrosoeryanews.net, – Sabtu, 24 oktober 2026 kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi merupakan tugas utama yang dilaksanakan oleh sivitas akademika Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknik, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Salah satu di antaranya adalah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan PkM ini merupakan sarana bagi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi dan berperan serta dalam meningkatkan potensi hidup masyarakat.

Kegiatan PkM ini merupakan kegiatan rutin terstruktur setiap semester, dengan pemilihan tema atau kegiatan yang dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat maupun hasil penelitian yang telah dilakukan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2026. Materi yang diangkat pada PkM kali ini ada 2, yaitu Sosialisasi “Isi Piringku: Rahasia Keluarga Sehat dan Cerdas” serta Pelatihan Pengolahan Nuget Sayur Non-Gluten”. PkM ini dilaksanakan dengan peserta ibu rumah tangga yang tinggaldi lingkungan Pondok Pesantren “Cepokolimo” Pacet, Mojokerto, para ibu -ibu kami pilih sebagai peserta karena merekalah yang memegang peran penting dalam penyediaan pangan dan bertanggung jawab atas kesehatan keluarga.

Sebagai pembicara dalam kegiatan PkM ini adalah dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang banyak berkecimpung di bidang Teknologi Industri Pertanian, yaitu Prof. Dr. Ir. Fungki Sri Rejeki,M.P. dan Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, M.T., serta dibantu para mahasiswa.

Tujuan dari PkM adalah untuk berbagi dan menambah wawasan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam penyediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk keluarga, pemilihan bahan makanan, cara pengolahan dan cara penyajiannya dengan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan rumah,serta cara pengolahan nuget sayur dengan bahan baku tepung ubi jalar.

Slogan “Isi Piringku” mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang yang bertujuan untuk memberikan panduan konsumsi makanan sehari-hari dan berperilaku sehat berdasarkan prinsip konsumsi aneka ragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal.

Dalam 1 piring yang kita makan, diisi dengan 2/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk makanan pokok dan untuk sayuran, 1/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk lauk-pauk dan untuk buah.

Dalam satu hari,kita dianjurkan untuk makan sumber karbohidrat 3-4 porsi, makan sayur 3-4 porsi, buah 2-3 porsi, makanan sumber protein hewani dan nabati 2-4 porsi. Selain itu, kita perlu membatasi jumlah gula dan garam dalam makanan kita, dan rutin mengonsumsi air putih minimal 2 liter setiap hari.

Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, serta secara rutin, melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari.

Pengolahan nuget sayur dengan tepung ubi jalar disebabkan karena ubi jalar merupakan bahan pangan yang banyak dihasilkan di Cepokolimo.

Penggunaan sayur dalam pembuatan nuget dimaksudkan agar anak-anak yang sebagian besar tidak menyukai sayur, secara tidak langsung akan mendapatkan asupan sayur pada saat mengonsumsi nuget.

Seperti kita ketahui, nuget merupakan salah satu bentuk olahan yang sangat disukai oleh anak-anak. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan nuget adalah sebagai berikut: daging ayam 200 g, tepung ubi jalar 100 g, sayur sesuai selera, misalnya bayam, wortel.

(Sahara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!