Iklan Rokok

28 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Tegar Menghadapi Amputasi, Nita Sampaikan Terimakasih pada Peserta JKN-KIS

(Metrosoerya.net) Mojokerto -“Hadapilah nikmat dengan syukur dan musibah dengan sabar. Meski kita sudah sedemikian hati-hati, kadang masih juga tertimpa musibah.”

Itulah sepenggal pesan yang disampaikan Nita (44), salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pasien Diabetes Mellitus + Ganggren yang mengalami amputasi minggu lalu.

Nita (44) adalah Pegawai Dinas Kesehatan di Kabupaten Mojokerto, ketika ditemui di RS Reksa Waluya minggu lalu, Nita menyambut dengan senyuman serta raut wajah yang tampak selalu riang, menandakan semangat hidupnya benar-benar tinggi. Bahkan tidak terlihat ada perasaan trauma yang telah dihadapinya karna sudah kehilangan sebelah kakinya.

Suaranya halus dan sedikit bergetar ketika membuka cerita mengenai pengalamannya menggunakan kartu JKN-KIS. Nita mulai menceritakan awal mula dirinya harus menjalani amputasi tersebut.

“Sejak tahun 2014 sebenarnya saya sudah merasakan adanya keluhan sering merasa haus, kelelahan, nafsu makan kurang, sering buang air kecil, dan berat badan menurun. Pada Awal 2015, saya melakukan pemeriksaan di Puskesmas tempat saya terdaftar. Saya dirujuk ke rumah sakit. Begitu banyak perjuangan saya melewati penyakit yang saya alami ini,” ucapnya

“Selama 2 tahun terakhir saya sering dirawat di rumah sakit. Luka yang saya derita cepat sekali melebar dan semakin lama semakin lebar dan berbau. Tanggal 27 Juli 2019 saya sempat di operasi juga untuk penanganan luka di kaki saya tapi masih saja belum membaik, dan kini dengan berat hati akhirnya dokter memutuskan untuk Amputasi agar tidak ada infeksi yang melebar luas diluka kakinya,” jelasnya.

Diakui Nita, dirinya sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS, banyak pesan yang dititipkan Nita di akhir bincang- bincang.

Program JKN-KIS ini gotong royong yang sehat membantu yang sakit. Misalnya membayar sendiri pasti menghabiskan biaya yang sangat tinggi dan mungkin tidak sebanding dengan iuran yang sudah saya bayarkan. Tentunya saya tidak berjuang sendiri, tapi saya juga berjuang bersama JKN-KIS dan jutaan peserta lainnya, serta berkat uluran tangan mereka yang ikut membayar iuran JKN-KIS ini,” tutupnya. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan