Iklan Rokok

8 Juli 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Harga Cabe Mahal Dinas Pertanian Jatim Atur Musim Tanam

Surabaya-Metrosoerya.net. Peristiwa kelangkaan produksi cabai pertengahan tahun ini, Dinas Pertanian Jawa Timur mengambil langkah dengan melakukan penataan dan pemetaan pada musim tanam petani cabai. Sebagai tanaman yang bisa tumbuh di segala musim, cabai seharusnya bisa diatur musim tanamnya.

“Kita akan gerakkan penyuluh pertanian. Mengajak petani untuk mengatur musim tanamnya,” tutur Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistiyo,

Untuk menjaga stok cabai aman dan tidak kekurangan, pihak Pemprov Jatim akan mengawasi dan membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur sampai musim panen cabai tiba. Diketahui, daerah yang kini menjadi penyokong cabai hanya tinggal Malang dan Banyuwangi.

Faktor utama melambungnya harga cabai di Jawa Timur, adalah minimnya stok di pasar. Anehnya, jumlah petani cabai di Jawa Timur meningkat pada 2019.ungkap Hadi

“Masyarakat ramai – ramai menanam cabai di awal tahun, sampai – sampai pada bulan April – Mei kita over produksi hingga harga cabai turun,” ungkapnya. Pada bulan April produksi cabai mencapai 77.171 ton, dan Mei mencapai 32.136 ton. Namun pada bulan selanjutnya (Juni) produksi cabai  turun tinggal 23.437 ton, dan bulan Juli turun lagi tinggal 17.353 ton.

Musim tanam cabai akan dilaksanakan setelah panen raya. Hal itu menyebabkan melonjaknya harga cabai hingga mencapai Rp 80 – 90 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai rawit hanya berkisar Rp 30 – 40 ribu perkilogram.

Panen raya cabai sekitar Agustus atau September, bisa mendapatkan hasil produksi hingga 25.666 ton cabai rawit segar, yang didapat dari beberaoa kantong prudiksi, seperti dari Blitar, Kediri, Malang, Tuban, Sampang, dan Pamekasan. (Gus Dar)

mungkin anda melewatkan