Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Dihadapan 600 Petani Mengucap Syukur Dan Mohon Doa Restu
Nganjuk-Metrosoerya.net, Wabup Nganjuk yang akrab dipanggilan Kang Marhaen, dihadapan 600 petani yang bergabung dalam kelompok tani, Poktan, Gabungan Kelompok Tani Gapoktan, kelompok budidaya Ikan Pokdakan, LMDH lembaga Masyarakat Desa Hutan, Kelompok Wanita Tani dan Poklahsar Kelompok Pengolah dan Pemasaran di gedung serbaguna desa Loceret.
Kehadirannya diundang oleh Ir. Mindo Sianipar anggota DPR RI dapil VIII yang sedang reses di Kabupaten Nganjuk untuk serap aspirasi terhadap konstituennya, Marhaen diundang sebagai kader partai, pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan bahwa sebagai petugas partai, ucapan terimakasih atas perjuangan dan dukungan dalam Pilkada lalu, selain itu, Marhaen mengatakan turut berdoa agar dimurahkan rizkinya, kesehatannya serta bersama-sama masuk surga, yang berikutnya Marhaen memohon doa restu agar dalam kepemimpinan Novi-Marhaen ini bisa istiqomah, amanah, dan barokah jadi Bapaknya orang Nganjuk.
Menurut Marhaen, Nganjuk kedepan butuh banyak Suport-suport, “Nganjuk ini milik Bapak dan Ibu, bukan milik Bupati dan Wakil, kami Bupati dan Wakil ini hanya kontrak selama lima tahun kepemimpinan, kalau bagus dan cocok baru dilanjut lagi, kalau Bapak Ibu adalah yang punya kepemilikan sah,” ungkap Marhaen di dengarkan seksama oleh hadirin.
Dijelaskan juga oleh Wabup, tahun depan pemerintah Kabupaten Nganjuk fokus pada infrastruktur pembangunan jalan, saluran irigasi dan jembatan, karena 95 persen jalan di Kabupaten Nganjuk hancur.
Kedua reformasi birokrasi, untuk menjadi CPNS tanpa biaya alias nol rupiah, agar anaknya Yu Jah, Yu Jem, Yu Ti, Kang Ran, Kang Jo, Kang Men bisa menjadi PNS, “Nama saya Marhaen, yang mengandung makna simbul kemiskinan, kenapa ada Marhaen yang selalu miskin karena kebijakan pemerintah yang tidak pro wong cilik, Marhaen dimiskinkan oleh kebijakan, karena itu menjadi tantangan bagi pemerintahan Novi-Marhaen ini untuk mengentaskan kemiskinan di Nganjuk melalui kebijakan-kebijakan yang pro dengan wong cilik,” ujarnya.
Ketiga pembangunan dibidang pendidikan. Di kabupaten Nganjuk ada 180 ribu warga miskin, sedangkan faktor utama yang mempengaruhi kemiskinan adalah karena kurangnya pendidikan, dari data yang ada rata-rata usia produktif di Nganjuk berpendidikan setingkat SMP, karena itulah Nganjuk menggratiskan SD dan SMP, sedangkan untuk setingkat SLTA pemerintah Nganjuk akan bekerjasama dengan pemerintah Provinsi.
Keempat menurut Marhaen adalah pengikatan bidang kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, semuanya harus layak, untuk melayani orang sakit agar segera sembuh. Selain fasilitas BPJS, Kartu Indonesia Sehat KIS dan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa.
Selain empat sektor tersebut, Pemerinthan Novi-Marahain juga memiliki kegiatan Sambang Deso Tilik Rondo yang dilakukan sebulan dua kali, acara itu di kemas dengan mengajak Organisasi Perangkat Daerah OPD terkait untuk bermalam dirumah-rumah penduduk untuk melihat langsung keluhan masyarakat, biasanya ditandai dengan santunan anak yatim dan janda-janda miskin.(*Ratna Lopez)

