Warga mengadu ke Dewan, Dua Proyek diduga asal – asalan
Karangasem – MetroSoerya.net. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bersama wakil Ketua I Nengah Sumardi melakukan inspeksi mendadak terhadap dua lokasi hasil Proyek, yakni jembatan penghubung antara Kelurahan Subagan dan Dusun Asak, Desa Pertima, Karangasem, serta jalan penghubung Dusun Kuum, Desa Ababi dengan Desa Tiingtali, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (29/10).
Gede Dana mengatakan, sidak ini dilakukan setelah pihaknya menerima aspirasi dari masyarakat setempat yang mengeluhkan hasil proyek pekerjaan jalan penghubung antara Dusun Kuum desa Ababi dengan Desa Tiingtali, Kecamatan Abang. Dimana keluhan masyarakat yang cukup awam itu oleh Dewan pun langsung ditindak lanjuti dengan melakukan pengecekan turun kelapangan.
Sesuai dengan direksi kit yang berada di lapangan, tidak ditemukan adanya gambar dan kontak sehingga wajar masyarakat awam mengeluhkan itu.
“Sidak kita ini, untuk mengecek langsung yang disampaikan oleh masyarakat saat mengadu ke gedung DPRD. Ternyata setelah kita lihat di lapangan tidak ada direksi kit dan kontak dalam proyek tersebut. Penimbunan ruas jalan juga dinilai tidak sesuai dengan spek konstruksi,” ujar Gede Dana.
Dikatakan, usai melihat kondisi pengerjaan di lapangan, oleh pihak terkait langsung diurug menggunakan tanah gembur. Hal itu sangat riskan ketika nanti ada musim hujan. Terkait pengerjaan proyek yang telah berlangsung selama 45 hari itu, dari hasil sidak kelapangan akan dipakai acuan untuk melakukan rapat kerja bersama Dinas PUPR Karangasem.
“Dengan melihat hasil sidak kesini, tentu ini bisa dijadikan salah satu contoh untuk proyek-proyek lainnya. Nanti kita akan pertanyakan ke Dinas PUPR tentang kualitas proyek lainya,” ujarnya.
Senanda juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, menurutnya dari segi teknis proyek itu memakai agregrat A, oleh karena itu hal ini patut dipertanyakan.
Dijelaskan kalau memakai agregat A campurannya ada batu pecah, pasir dan tanahnya, tetapi pada kenyataanya tidak seperti itu. selain dari segi kepadatan, ketebalan dan penyiraman.
“Untuk penyiraman tidak cukup sekali dua kali saja, penyiraman itu harus terus dilakukan setiap hari dan harus betul-betul diperhatikan oleh Rekanan,” kata Sumardi.
Selain sidak ke jalan Kuum-Tiingtali, pimpinan DPRD juga melakukan sidak ke pengerjaan Jembatan penghubung antara Kelurahan Subagan dengan Dusun Asak, Desa Pertima,Kecamatan Karangasem. Dalam sidak ke Jembatan, Dewan menginginkan agar secepatanya bisa dibangun. targetnya, pada anggaran Induk 2020 mendatang, sudah bisa dibangun.
“Kita dorong untuk Jembatannya tahun 2020 ini sudah bisa dibangun,” tandasnya. (Ans).

