Iklan Rokok

25 Juni 2026

Metrosoeryanews

Aktual & Terpeecaya

Danramil 04/Labuhan Bilik Hadiri Rapat Sinkronisasi Luas Baku Lahan Kab. Labuhan Batu

Labuhan Batu,  (Metrosoerya.net) – Pada Selasa (13/11/2018) bulan lalu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumatera Utara (Sumut) mengumpulkan Dinas Pertanian se-Sumut sebagai upaya sinkronisasi data luas baku lahan sawah di Sumut. Sinkronisasi tersebut untuk menjawab rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang dengan metodologi baru membuat luas baku lahan menyusut hingga 181.309 hektare (Ha). Dalam Rapat Koordinasi Dinas Pertanian Se-Sumatera Utara, Membangun Desa Menata Kota Menuju Sumatera Utara Agraris di Hotel Garuda Plaza, Medan, Kepala Dinas TPH Sumut, M Azhar Harahap, menyebut bahwa dalam degradasi luas baku lahan yang dirilis BPS sangat penting untuk dibahas.

Dia mengaku miris melihat angka yang muncul. Betapa tidak, terdapat selisih luas lahan hingga 181.390 Ha. Ada lahan sawah di beberapa kabupaten yang tak masuk data. Di Kabupaten Mandailing Natal, misalnya, kehilangan lebih dari 10.000 Ha, Labuhanbatu kehilangan 24.000 Ha dan tersisa 1.000 Ha. Kabupaten Tapanuli Tengah kehilangan 15.000 Ha dan tersisa 6.000 Ha, Kabupaten Deli Serdang kehilangan 15.000 Ha, Kabupaten Serdang Bedagai kehilangan 11.000-an Ha dan Kabupaten Labuhanbatu Utara kehilangan sekitar 22.000 Ha.

Dengan adanya rapat yang telah diselenggarakan di Ibu Kota Medan bulan November yang lalu, Dinas Pertanian Kabupaten Labuhan Batu mengadakan Rapat Singkronisasi Luas Baku Lahan Tingkat Kabupaten Labuhan Batu yang dihadiri beberapa pejabat Daerah antara lain, Dandim 0209/Labuhan Batu Letkol Inf Santoso yang diwakili oleh Pabung Labuhan Batu Selatan, Kadis pertanian Kabupaten Labuhan Batu, Mewakili Ka BPN Labuhan Batu, mewakili Ka BPS  Kabupaten Labuhan Batu, Mewakili Bapeda, Para camat Se-Kabupaten Labuhan Batu, Seluruh Danramil Jajaran Kodim 0209/Labuhan Batu salah satunya Danramil 04/Labuhan Bilik Kapten Inf W. Rajagukguk, PS da Kabupaten Labuhan Batu dan Dinas PU Rantau Prapat.

Kadis pertanian Kabupaten Labuhan Batu mengungkapkan untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui data luas lahan baku sawah yang menunjukkan penurunan luas sawah. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari memperbaiki metode statistik produksi beras nasional dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA). Metode tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tegas beliau. (Rtyn Prima)

mungkin anda melewatkan