Disbun Jatim : Kemarau Panjang Tak Berdampak pada Produksi Kopi, Optimis Akan Meningkat
SURABAYA-Metrosoerya.net. Terjadinya kemarau panjang tidak terlalu berdampak pada produksi kopi di Jawa Timur.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Karyadi mengungkapkan, sepanjang kemarau yang terjadi tidak terlalu ekstrem, maka tidak akan terlalu berpengaruh pada produksi kopi.
“Apalagi ini juga habis panen, jadi kita harus menunggu 4-5 bulan ke depan untuk panen lagi. Kalau Oktober sudah turun hujan ya sudah bagus lagi,” ucap Karyadi, Kamis (1/8/2019).
Selain itu, sebagian besar petani kopi sudah menanam tanaman naungan untuk melindungi kopi dari terik matahari secara langsung. “Tanaman naungannya macam-macam, ada lamtoro, sengon dan ini membantu sekali saat musim kemarau,” ucapnya.
Menurut Karyadi , pada dasarnya kopi tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Selama teknik budidayanya tepat dan pupuknya terjaga, maka produksi kopi relatif aman-aman saja.
Karyadi optimis produksi kopi Jawa Timur akan naik sekitar 10-20 persen dari tahun lalu 64.711 ton kopi per tahun.
“Kantung produksi kopo kita ada di pengunungan Ijen, Raung, Bromo Tengger Semeru, Argopuro, di Kabupaten Malang, dan Gunung Wilis,” pungkasnya.(Gus Dar)

